Setelah isi tas dibongkar, polisi mendapat laporan bahwa ada seorang laki-laki telanjang sambil duduk di pinggir jalan.
Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh polisi dengan mendatangi TKP.
Di lokasi, polisi menemukan seorang laki-laki yang telanjang atau tanpa busana.
Polisi kemudian berusaha mengajak berkomunikasi dan membujuk AFS agar mau menggunakan kembali pakaiannya.
Namun, ia tidak menunjukkan respons dan tetap duduk terdiam dengan tatapan mata kosong.
Agar tidak menjadi tontonan warga, personel Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai bersama petugas Avsec membawa AFS ke kantor camat Kuta untuk diserahkan ke Satpol PP.
"Tiba di kantor camat Kuta, belum sempat diserahkan kepada petugas Satpol PP laki-laki yang diduga depresi tersebut berontak," kata Jansen.
Saat AFS dibawa ke kantor camat Kuta, dia melakukan perlawanan kepada petugas hingga berhasil kabur menuju sebuah gang yang gelap di dekat kantor camat Kuta.
Baca juga: Jerat Judi Online, Karyawan Konter HP Tilep Duit Bosnya Rp 25 Juta, Sehari Amblas, Nasib Kini Ngenes
Jansen menyampaikan, polisi kemudian melakukan pencarian terhadap AFS di sekitar lokasi.
AFS akhirnya kembali diamankan Polres Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Selain itu, polisi juga mengembalikan tas milik AFS yang ditemukan di pinggir jalan kepada pihak keluarga pada Minggu (10/9/2023).
"Penyerahan barang-barang tersebut diserahkan langsung oleh Kepala SPKT Regu 2 Aiptu I Made Pasek kepada pihak keluarga," jelas Jansen.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, AFS mengalami depresi.
Diduga, kondisi ini disebabkan oleh AFS yang sering bermain judi online.
"AFS ini masih berstatus mahasiswa di Medan dari penjelasan kakak AFS kalau adiknya pernah bermain judi online dan sering mendapat telepon atau dihubungi oleh beberapa orang sehingga adiknya mengalami seperti ini," kata Jansen.