Viral Hari Ini

KISAH Pilu Guru Honorer Lansia Puluhan Tahun Mengabdi Tak Lolos PPPK, Nilai Lulus Kelewat Tinggi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kisah guru honorer puluhan tahun mengabdi tak lolos ujian PPPK.

Benarkan nilai passing grade yang terlalu tinggi

Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan Fahrul Lubis memprediksi target Pemko untuk merekrut 1.200 orang guru melalui ujian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun ini tidak akan tercapai. 

Prediksi ini berdasarkan banyaknya keluhan dari peserta PPPK yang menyebutkan bahwa nilai ambang batas (passing grade) yang ditetapkan pemerintah terlalu tinggi.

"Nilai passing grade (PPPK) melebihi ujian CPNS."

"Mereka baru bisa lulus dengan nilai minimal 500."

"Sementara beberapa hari ini saya mendapat laporan bahwa yang mengikuti ujian kebanyakan mendapat nilai di bawah 400. Paling tinggi 420," katanya, Kamis (16/9/2021). 

Fahrul Lubis mengaku prihatin dengan nasib para guru honorer yang tidak lulus tes PPP3 Pemko Medan tahun ini.

"Saat pemerintah kekurangan tenaga pendidik, mereka para honor yang maju turut mencerdaskan anak bangsa."

"Tapi kenapa sulit sekali untuk mengangkat para honor yang telah bekerja bertahun-tahun?" paparnya. 

Ia pun menduga target Pemko Medan merekrut 1.200 orang berstatus PPPK tidak akan tercapai, meski ia mendapat kabar bahwa guru honorer yang tidak lulus masih bisa mengikuti ujian pada tahun berikutnya.

"Saya pesimis target 1.200 guru bisa terpenuhi tahun ini karena hasil tes kompetensi teknis jauh di bawah rata-rata," paparnya.

Padahal, kata Fahrul, seandainya semua peserta ujian PPPK yang berjumlah 2.227 orang lulus, kekurangan guru di Kota Medan sebenarnya belum juga terpenuhi.

"Itu analisis saya, dan itu belum memperhitungkan guru yang masuk masa pensiun setiap hari. Jadi jumlah kekurangannya terus bertambah," tuturnya.

Mewakili para guru honorer, ia berharap kepada pemerintah untuk menurunkan nilai ambang batas pada ujian berikutnya.

Halaman
1234