Viral Hari Ini

KISAH Pilu Guru Honorer Lansia Puluhan Tahun Mengabdi Tak Lolos PPPK, Nilai Lulus Kelewat Tinggi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kisah guru honorer puluhan tahun mengabdi tak lolos ujian PPPK.

Di kala sang guru tes dan ingin lulus PPPK, yang belum tentu seorang PNS.

Di akhir penulis mencurahkan bahwa passing grade atau nilai kelulusan bagi para guru honorer ini kelewat susah dan tinggi.

Bahkan ia mengkritik kebijakan tes PPPK bagi para pengabdi yang sudah puluhan tahun mengajar itu.

Ada lagi curhat dari pengguna Facebook lain, Mike Riana, (17/9/2021).

Surat tersbuka ini menceritakan kisah pilu yang dialami seorang guru laki-laki dengan usia senjanya yang tetap semangat mengabdi dengan memberikan pendidikan bagi para siswa.

Dalam surat tersebut guru laki-laki tua menerima gaji tidak lebih dari 500 ribu rupiah.

Bahkan hal ini mengharuskannya mencari penghasilan tambahan dengan bekerja serabutan karena tidak cukup untuk kebutuhan keluarga.

"Gaji di bawah lima ratus ribu sungguh tak cukup untuk makan sebulan."

"Apalagi untuk membeli sepatu," kata Novia Khassifa.

Dikatakan bahwa guru tersebut pernah mengikuti Program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diadakan Kemendikbud.

Namun, nasib berkata lain, ia gagal mengikuti tes PPPK karena tidak lolos.

Dia mengungkapkan bahwa guru tersebut tampak kesulitan ketika mengikuti tes online yang menggunakan perangkat komputer.

"Soal-soal yang Mas Menteri berikan hanya teori saja. Tak sebanding dengan praktik pengabdian berpuluh-puluh tahun lamanya," katanya.

Ia menyebutkan bahwa soal ujianĀ PPPKĀ membuat dirinya kesulitan ketika menggunakan mouse sehingga menyebabkan kepalanya pusing.

Peserta ujian seleksi PPPK Kota Medan mengerjakan soal di SMK Negeri 10 Medan. (TRIBUN MEDAN/ANISA RAHMADANI)
Halaman
1234