Tokoh Viral Hari Ini

Sosok Hardjonagoro alias Go Tik Swan, Pelopor Batik Indonesia yang Dijadikan Google Doodle Hari Ini

Penulis: Amirul Muttaqin
Editor: Suli Hanna
Go Tik Swan

Karena kedua orangtuanya sibuk dengan pekerjaan mereka, Tik Swan diasuh oleh kakeknya dari pihak ibu, Tjan Khay Sing, seorang pengusaha batik di Solo.

Tik Swan kecil biasa bermain di antara para tukang cap, dengan anak-anak yang membersihkan malam dari kain, dan mencucinya, mereka yang membubuhkan warna coklat dari kulit pohon soga, dan orang-orang yang menulisi kain dengan canting.

Ia juga senang mendengarkan mereka menembang dan mendongeng tentang Dewi Sri dan berbagai cerita tradisional Jawa.

Dari merekalah Tik Swan mengenal macapat, pedalangan, gending, Hanacaraka, dan tarian Jawa yang kelak menjadikannya seorang budayawan.

Lukisan Go Tik Swan, pencipta batik Indonesia (kompas.com/ Ariska Anggraini)

Tik Swan menempuh pendidikan di Neutrale Europesche Lagere School di Solo, MULO di Semarang, dan lulus  dari VHO Voortgezet Hooger Onderwijs (VHO) di Semarang.

Ketika memasuki perguruan tinggi, orangtuanya ingin ia kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Namun Tik Swan diam-diam masuk jurusan Sastra Jawa di Fakultas Sastra UI karena sudah telanjur sayang dan jatuh cinta pada kebudayaan Jawa.

Ketika belajar di Jakarta, Tik Swan sering berkunjung ke rumah Prof. Poerbatjaraka yang merupakan salah satu dosennya, dan berlatih menari Jawa di sana.

Pada momen peringatan Dies Natalis UI, ia mengadakan misi kesenian dengan membawakan tarian Jawa di hadapan Presiden Soekarno.

Tik Swan membawakan tarian Gambir Anom, yang merupakan tarian klasik Jawa bergaya Solo dan berhasil membuat Bung Karno kagum.

Halaman
1234