TRIBUNSTYLE.COM - Tak hanya produsen dan penjual yang akan mendapatkan pidana, peminum juga akan mendapat hukuman.
Saat ini pemerintah tengah menggagas kembali Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol.
Dalam RUU tersebut diketahui bahwa produsen dan penjual minuman beralkohol bisa mendapatkan pidana.
Baca juga: RUU Larangan Minuman Beralkohol, Langgar Aturan, Pelaku Terancam Dipidana 10 Tahun & Denda Rp 1 M
Baca juga: RUU Larangan Minuman Beralkohol Dibahas Lagi, Pihak Industri Terkait Berikan Tanggapan
Namun, untuk orang yang mengonsumsi juga akan mendapatkan hukuman yang telah diatur.
Masyarakat yang mengonsumsi minuman beralkohol akan dipidana penjara minimal tiga bulan dan paling lama dua tahun.
Selain itu, mereka yang tidak mematuhi aturan Larangan Minuman Beralkohol tersebut juga akan didenda paling sedikit Rp 10 juta dan paling banyak Rp 50 juta.
Untuk produsen dan penjual bisa terancam pidana 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.
Peraturan pidanda tersebut ada dalam Bab IV tentang Ketentuan Pidana dalam draf RUU Larangan Minol yang diterima wartawan dari pimpinan Badan Legislasi (Baleg) DPR, sebagaimana dilansir dari Kompas.com.
Penjual maupun produsen yang 'nakal' akan dijatuhi hukuman pidana dan denda tersebut.
Melalui Pasal 18 hingga 21 dalam bab itu, mereka yang melanggar aturan memproduksi, memasukkan, menyimpan, dan/atau mengedarkan minuman beralkohol akan dipidana penjara minimal dua tahun dengan denda paling sedikit Rp 200.000.
Namun ada pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.
Jika pelanggaran bisa menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, dipidana dengan pidana pokok ditambah satu pertiga.
Soal ketentuan larangan minuman beralkohol tertuang di Pasal 5, 6, dan 7.
RUU Larangan Minuman Beralkohol ini melarang setiap orang memproduksi, memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual minuman beralkohol di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Namun, terdapat pengecualian di dalam Pasal 8.