Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Viral Hari Ini

Bikin Ngelus Dada! VIDEO Ratusan Orang Bersenjata Tajam Ambil Paksa Jenazah PDP Corona di ICU RS

Editor: Monalisa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jenazah PDP Covid-19 diambil paksa orang-orang bersenjata tajam

* Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, kecuali dalam keadaan mendesak seperti untuk kepentingan autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas.

* Jenazah disemayamkan tidak lebih dari empat jam.

* Petugas selalu cuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol. Luka di tubuh petugas (jika ada), harus ditutup dengan plester atau perban tahan air.

* Sebisa mungkin menghindari risiko terluka akibat benda tajam.

* Semua petugas kesehatan yang telah mengurus proses pemulasaran hingga jenazah masuk peti dan pihak keluarga yang menyaksikan prosesi tersebut diwajibkan menjalani proses sterilisasi dengan disemprotkan cairan disinfektan ke bagian pakaian yang dikenakan serta selalu mencuci tangan. 

c. Selain itu, jika petugas terkena darah atau cairan tubuh jenazah, lakukanlah langkah-langkah berikut ini:

* Segera bersihkan luka dengan air mengalir yang bersih
Jika luka tusuk tergolong kecil, biarkanlah darah keluar dengan sendirinya

* Semua insiden yang terjadi saat proses memandikan jenazah harus dilaporkan pada pengawas.

d. Jika jenazah beragama Islam, dilakukan prosesi salat jenazah dengan ketentuan berikut ini:

* Untuk pelaksanaan salat jenazah, dilakukan di rumah sakit rujukan. Jika tidak, salat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh dan melakukan disinfektasi setelah salat jenazah.

* Salat jenazah dilakukan sesegera mungkin dengan mempertimbangkan waktu yang telah ditentukan yaitu tidak lebih dari empat jam.

* Salat jenazah dapat dilaksanakan sekalipun oleh satu orang.

Setelah proses memandikan, jenazah pasien poistif corona telah siap dikuburkan.

Adapula yang dikremasi mengikuti ketentuan agama dari jenazah dengan kesepakatan keluarga.

Namun, proses penguburan jenazah pasien virus corona pun tidak boleh sembarangan.

Sebab, ada beberapa protokol yang harus dilakukan, untuk mencegah penyebaran virus lewat tanah. 

Prosesi penguburan jenazah:

* Jenazah harus dikubur dengan kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter.

Penguburan beberapa jenazah di dalam satu liang kubur dibolehkan karena kondisi darurat.

Bagi jenazah beragama Islam penguburannya dilakukan bersama dengan petinya.

Pemakaman jenazah dapat dilakukan di tempat pemakaman umum (TPU).

* Tanah kuburan dari jenazah pasien virus corona harus diurus dengan hati-hati. Jika ada jenazah lain yang ingin dikuburkan, sebaiknya dimakamkan di area terpisah.

* Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.
Sebagian artikel ini sudah tayang di TribunTimur.com dengan judul Video Facebook Detik-detik Jenazah Pasien Corona Diambil Paksa di Makassar, 100 Orang Bawa Senjata