TRIBUNSTYLE.COM - Penyakit diabetes disebabkan karena kadar gula dalam darah yang tinggi. Penyebab dari kadar gula tinggi adalah gaya hidup yang tidak sehat dan pola makan yang tidak sehat.
Secara umum ada dua jenis diabetes yaitu tipe 1 yang disebabkan karena rusaknya pankreas yang biasanya terjadi pada usia anak-anak.
Kemudian diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.
Kebiasaan yang tidak sehat dan dianggap sepele ternyata memiliki peran di balik penyakit diabetes tipe 2 ini.
• Waspadai Diabetes, Inilah 7 Makanan Untuk Menjaga Gula Darah Tetap Stabil, Mulai Apel Hingga Kurma
• Inilah 5 Manfaat Daun Pepaya, Di Balik Pahitnya Ternyata Bisa Mencegah Kanker dan Diabetes.
• 5 Risiko Memakan Nasi Putih: Bisa Sebabkan Diabetes Hingga Sindrom Metabolik
Menurut Asosiasi Diabetes Amerika, setidaknya 1 dari 4 orang beresiko diabetes.
Resiko diabetes itu ditimbulkan karena gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.
Untuk menghindari resiko diabetes, disarankan untuk mulai merubah gaya hidup dengan gaya hidup sehat.
Hindarilah gaya hidup yang tidak sehat untuk menghindari resiko diabetes.
Berikut ini adalah 6 hal yang harus dihindari agar tidak terkena diabetes.
- Pola Makan
Konsumsi makanan harus diperhatikan termsuk kandungan makanan yang kita makan.
Mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi, termasuk karbohidrat akan berdampak pada berat badan dan beresiko diabetes.
Sebisa mungkin batasi asupan karbohidrat sederhana seperti nasi, mi, atau roti putih dan menggantinya dengan karbohidat kompleks yang lebih lama dicerna.
- Merokok
Sebisa mungkin hindari merokok karena menurut studi, merokok membuat tubuh lebih kebal terhadap insulin, sementara insulin dibutuhkan untuk menjaga kadar gula darah dalam tubuh.
- Penggunaan obat-obatan rekreasional
The Global Diabetes Community mencatat, stimulasi obat-obatan tertentu dapat menaikkan kadar gula darah.
Jika dikonsumsi secara rutin makanakan menaikkan gula darah dan dapat menyebabkan resistensi terhadap insulin.
Amfetamin, dan obat-obatan ADHD dapat meningkatkan level gula darah dan membuat kita beresiko mengidap diabetes tipe 2.
- Stres kronis
Kondisi psikologis seperti stres yang berkepanjangan dapat menaikkan kadar gula darah pada tubuh.
Menurut pusat studi diabetes di University of San Fransisco, ketika tubuh merespons stres, gula dilepaskan ke dalam darah agar energi dalam tubuh tercukupi.
- Kolesterol tinggi
Kolesterol jahat atau LDL yang tinggi dapar mempengaruhi kontrol gula darah.
Level kolesterol baik atau HDL yang rendah juga meningkatkan resiko diabetes.
Maka sangat penting untuk melakukan pengecekan kolesterol dan mengontrol kadar kolesterol dengan pola hidup yang sehat.
- Kurang olahraga
Orang yang jarang melakukan aktifitas fisik atau olahraga cenderung tidak bisa mengontrol kadar gula darah dalam tubuhnya.
Tipe olahraga juga sangat berpengaruh , olahraga dengan interval intensitas tinggi dinilai bisa mengurangi resiko diabetes yang untuk orang dewasa.(TribunStyle.com/Anggie)
Nasi putih sudah menjadi makanan pokok kita sehari-hari.
Bahkan untuk beberapa orang, nasi putih adalah makanan yang wajib dimakan dan merasa ada yang kurang jika belum memakan nasi putih.
Namun ternyata mengonsumi nasi putih juga memiliki resiko untuk kesehatan kita.
Berikut ini adalah risiko yang ditimbulkan dari mengonsumsi nasi putih.
1. Obesitas
Nasi putih sangat tidak disarankan untuk orang yang sedang diet menurunkan berat badan.
Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa konsumsi nasi putih yang rutin dapat menyebabkan obesitas.
Nasi putih mengandung karbohidrat dan kalori yang tinggi sehingga bisa menaikkan berat badan.
Dalam 100 gram nasi putih terdapat 130 kalori dan 28 gram karbohidrat.
Jika ingin memenuhi karbohidrat harian tanpa nasi putih, bisa diganti dengan kentang, ubi atau jagung mampu mengurangi resiko obesitas.
2. Mengandung sedikit serat
Nasi putih memiliki serat yang lebih sedikit dibandingkan dengan nasi dari beras merah.
Serat pada nasi putih hanya berkisar 0.9 gram per 100 gramnya, sementara pada nasi merah bisa mencapai dua kali lipatnya yaitu 1.8 gram.
Nasi putih memiliki vitamin dan mineral yang lebih rendah pula dari nasi merah, untuk mendapatkan serat yang lebih tinggi, disarankan mengganti nasi putih dengan nasi merah.
3. Resiko Diabetes tipe 2
Nasi Putih menempati skor indeks glikemik yang tinggi, maka dikaitkan dengan resiko diabetes tipe 2.
Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat tubuh mengubah karbohidrat menjadi gula.
Beras putih memiliki indeks glikemik 64 sementara beras merah memiliki indeks 55.
Makanan yang memiliki indeks glikemik lebih rendah akan lebih baik bagi penderita diabetes.
4. Resiko sindrom metabolik
Sindrom metabolik adalah faktor resiko yang dapat meningkatkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
Berdasarkan penelitian, orang dengan konsumsi rutin nasi putih lebih beresiko mengalami sindrom metabolik.
Sindrom metabolik bisa berbentuk tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, garis pinggang yang besar, dan kadar HDL yang rendah.
5. Bisa jadi mengandung Arsenik
Padi yang ditanam di daerah tertentu ada yang terkontaminasi oleh arsenik.
Arsenik bisa meningkatkan resiko akan kanker, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.(TribunStyle.com/Anggie)