Breaking News:

Palestina vs Israel

ASTAGFIRULLAH Sniper Israel Tembak Kakak-Adik yang Sedang Mengungsi, Padahal Kibarkan Bendera Putih

Penembak jitu Israel abaikan bendera putih tanda menyerah, tembak kakak adik yang sedang berjalan untuk mengungsi.

Tayang:
Editor: Dhimas Yanuar
Al Jazeera/Istimewa
Kakak adik di Palestina, Nahedh yang berusia 13 tahun dan Ramez Barbakh yang berusia 20 tahun ditembak mati oleh penembak jitu pasukan Israel. 

TRIBUNSTYLE.COM - Lagi-lagi kejahatan perang dilakukan oleh Israel. Bak tak punya nurani dua kakak adik tewas ditembak.

Korban adalah Nahedh yang berusia 13 tahun dan Ramez Barbakh yang berusia 20 tahun.

Mereka ditembak mati oleh penembak jitu atau sniper pasukan Israel saat sedang berjalan untuk mengungsi.

Tentara Israel dan peralatan tempur mereka di perbatasan Gaza, di Nahal Oz, Israel pada 13 Desember 2023.
Tentara Israel dan peralatan tempur mereka di perbatasan Gaza, di Nahal Oz, Israel pada 13 Desember 2023. (Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency)

Padahal mereka juga sedang berjalan untuk mengungsi atas perintah pasukan Israel dan bahkan mengibarkan bendera putih.

Selama perjalanan mengungsi, keduanya terus mengibarkan bendera putih dengan harapan agar tidak menjadi sasaran tembakan pasukan Israel.

Bendera putih dalam medan perang dikenal sebagai bentuk bahwa dirinya tidak ikut sertaan dalam suatu peperangan.

Peristiwa kekejaman itu terjadi pada Rabu (24/1/2024) ketika keluarga mereka bersiap-siap untuk meninggalkan kawasan al-Amal.

Baca juga: TRAGIS Bayi di Gaza Meninggal Kelaparan, Susu Ibu Kandung Tak Keluar, Kelaparan Jadi Senjata Israel

Dimana sehari sebelumnya, militer Israel memerintahkan penduduk di kawasan itu untuk segera mengungsi.

“Pada awalnya, kami tidak yakin dengan perintah evakuasi ini karena kami sendiri belum melihatnya,” kata ibu anak laki-laki tersebut, Islam, dikutip dari Al Jazeera.

“Kami mencoba untuk bersembunyi di rumah kami dan menjaga semua orang tetap aman,”

“Tetapi akhirnya kami menyadari bahwa kami harus pergi dan mulai mencoba membuat rencana,”

“Suami dan anak-anak saya berpikir mungkin kami dapat keluar dari tembok belakang dan kami mendengar ada tembakan di luar,” ujarnya.

Keluarga tersebut memutuskan bahwa cara terbaik adalah keluar rumah dengan membawa bendera putih dan menuju ke al-Mawasi sesuai petunjuk.

Sang ayah, Mohamed-Adel memberikan Nahedh bendera putih.

“Saya memberinya kain putih untuk dikibarkan di atas kepalanya sebagai bendera putih. Saya pikir, tidak mungkin ada orang yang ingin menyakiti seorang anak” katanya.

Halaman 1/3
Tags:
Palestinakakak adikIsrael
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved