Breaking News:

Berita Kriminal

UPDATE Kasus Subang - Permintaan Terakhir Tuti Sebelum Tewas Dihabisi Yosef, Sempat Ngadu ke Yoris

Yosep menolak permintaan terakhir korban Kasus Subang, Tuti sempat ngadu ke Yoris, terkuak ini keinginan Tuti dan Amel.

Editor: Dhimas Yanuar
ISTIMEWA
Yosef menolak permintaan terakhir korban Kasus Subang. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kasus Subang hingga kini masih menyisakan misteri. Namun ada satu lagi yang terungkap yaituu permintaan terakhir korban kasus Subang.

Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu sempat memberikan satu permintaan ke tersangka Yosef Hidayah.

Namun keinginan Tuti dan Amel akhirnya tidak terwujud hingga akhirnya jasad mereka ditemukan meninggal dunia di mobil Alphard.

Beredar foto dan penampakan Yosef dan Danu tersangka kasus Subang pakai baju tahanan. Keluarga besar korban, Tuti dan Amalia kecewa dua tahun kena prank pelaku.
Beredar foto dan penampakan Yosef dan Danu tersangka kasus Subang pakai baju tahanan. Keluarga besar korban, Tuti dan Amalia kecewa dua tahun kena prank pelaku. (Youtube channel Anjas Asmara)

Padahal keinginan Tuti dan Amalia itu terbilang mudah. Usut punya usut sosok yang menyebabkan mimpi Tuti dan Amalia itu tidak terwujud adalah Yosep.

Yosep yang ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan istri dan anaknya itu tidak pernah mengabulkan ketinginan Tuti dan Amalia.

Ia justru menentang keras keinginan istri dan anaknya tersebut. Ternyata keinginan Tuti dan Amalia adalah pergi jauh dari Yosep dan pindah ke Bandung.

Hal itu diungkap oleh Yoris melalui pengacaranya, Leni Anggraeni.

Baca juga: Pengacara Yoris Kuak Kejanggalan Kasus Subang, dari Jebakan Stik Golf hingga Perhiasan Milik Amel

Sebelum peristiwa pembunuhan ibu dan anak di Subang itu, Tuti sempat curhat ke anak sulungnya, Yoris. Tuti mengadu ingin pindah rumah ke Bandung.

Bahkan, Tuti telah mencari referensi rumah di Bandung bersama Amel. Akan tetapi, keinginan sederhana Tuti ditolak Yosep.

"Bu Tuti sebelumnya itu mau pindah ke Bandung sama Amel. Karena merasa bu Tuti cerita ke Yoris 'mamah tuh pengin, sama Amel lagi nyari rumah di Bandung tapi enggak boleh sama papa'," ungkap Leni Anggraeni dalam wawancara di kanal Youtube Misteri Mbak Suci, dilansir Tribun Jabar, Rabu (8/11/2023).

Yoris mengakui bahwa ayahnya, Yosep ingin istri sah dan anaknya itu tetap tinggal di rumah yang beralamat di Desa Ciseuti, Jalancagak.

Hingga akhirnya Tuti dan Amalia ditemukan tewas di rumah yang dibanggakan oleh Yosep tersebut.

Fakta Kepemilikan rumah TKP Pembunuhan ibu dan anak di Subang

Terungkap fakta baru soal kepemilikan rumah yang jadi TKP pemunuhan ibu dan anak di Subang.

Rumah yang belakangan menjadi TKP pembunuhan itu adalah milik keluarga Yosep.

Rumah itu adalah warisan yang diberiksan keluarga kepada Yosep.

"Kata Yoris (ke Tuti) 'emang rumah ini punya siapa?'. (Kata Tuti) 'punya keluarganya papa, warisan'. Jadi saya tanya juga 'Yoris itu rumah TKP punya siapa?'. (Kata Yoris) 'itu mah rumah keluarga papa, rumah warisan'. Jadi enggak punya rumah? (kata Yoris) 'enggak ada sih kita nempatin itu doang'," pungkas Leni Anggraeni.

Karena itu, Leni membantah tegas isu yang berhembus bahwa Yoris ingin menguasai rumah itu setelah ibu dan adiknya meninggal.

Sebab sertifikat rumah itu pun tidak diketahui Yoris keberadaannya.

"Enggak ada Yoris pengin menguasai aset, orang itu aset bu Tuti juga, aset keluarga tersangka Y (Yosef)," ujar Leni.

Lebih lanjut, Leni juga membantah tudingan kepada Yoris.

Bahwa ada pihak yang mengatakan bahwa Yoris ingin menguasai rumah TKP tersebut.

Padahal diakui Yoris, kunci rumah tersebut kini dipegang polisi.

"Katanya menurut keterangan pengacara tersangka Y (Yosef), rumah dikuasai Yoris kuncinya, itu salah. Karena kunci itu dari kepolisian, dan kunci itu dikasihkan ke tersangka Y (Yosef) ke Yoris," kata Leni.

Heran dengan tuduhan yang diarahkan kubu Yosep, Leni pun mengungkap asumsinya.

Bahwa didiuga kliennya sedang dibidik untuk jadi kambing hitam kasus Subang.

"Bahkan penyidik beranggapan kayaknya mau ngarahin ke Yoris. Karena logikanya kan itu kepala keluarga, kenapa dikasihin ke anak (kunci rumah, perhiasan korban)? udah aja dia yang nyerahin ke polisi," akui Leni.

Lebih lanjut, Leni pun membantah Yoris hendak menguasai yayasan.

Diyakini Yoris, dirinya sebagai kepala sekolah hanya menjalani perintah Yosep saja.

"Kalau untuk yayasan itu sendiri ya Yosep yang menguasai, enggak ada di tangan Yoris. Misalkan bilang Yoris yang menguasai semuanya ya Yoris mah enggak punya kekuatan selama papanya (Yosep) ada," ungkap Leni.

"Yoris enggak tahu itu yayasan sertifikatnya di mana, pemiliknya siapa. Yang tahu mah yayasan itu dibeli dari keluarganya bu Mimin menurut keterangan Yoris dari papa dan mamanya (Yosep dan Tuti)," sambungnya.

(*)

Artikel diolah dari TribunJabar.id

Penulis: Salma Dinda Regina

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
berita kriminalTuti SuhartiniYorisYosef Hidayah
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved