Berita Viral
MASYA ALLAH Perjuangan Pria Rela Tinggalkan Karier yang Moncer Demi Merawat Ayah Terkena Stroke
KISAH perjuangan pria rela tinggalkan karier yang moncer dan tolak tawaran belajar demi rawat ayah di desa terkena stroke.
Penulis: Ika Putri Bramasti Ixtiar Rahayu Ing Pambudhi
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - KISAH perjuangan pria rela tinggalkan karier yang moncer dan tolak tawaran belajar demi rawat ayah di desa terkena stroke.
Seorang ayah akan mengorbankan apapun demi membahagiakan keluarganya.
Namun, seorang anak belum tentu mampu membalas kebaikan ayahnya.
Tapi kini ada seorang pria membuktikan sebaliknya, kisahnya dalam merawat ayahnya yang sakit mendapat perhatian dari para netizen.
Melalui video yang viral, pria tersebut rela bangun pagi memasak nasi goreng untuk sarapan dan memberikannya kepada ayah yang sakit.
Baca juga: PERJUANGAN Ortu Antar Anak Masuk Kuliah Perdana dengan Jalan Kaki, Rela Panas-panasan Tenteng Koper
Dilansir TribunStyle.com dari mStar, pria bernama Abdul Muqmin Mazni (22), mengaku rela meninggalkan mimpinya untuk melanjutkan belajar dan mencari pekerjaan tetap demi merawat ayahnya.
“Ayah berusia 56 tahun, menderita darah tinggi. Tahun 2016, dia terkena stroke. Malam itu, dia terjatuh dari tempat tidur. Kami segera membawanya ke rumah sakit".
“Dokter mengatakan dia mengalami pembekuan darah di kepala dan perlu segera dioperasi. Namun setelah dioperasi, dokter mengatakan dia lumpuh dan tidak ada harapan sembuh karena menyangkut saraf".
“Ayah sudah tidak mampu lagi mengurus dirinya sendiri dan membutuhkan bantuan anak-anaknya,” ujarnya saat dihubungi.
Muqmin yang tinggal di Jerteh, Terengganu mengatakan, ibunya meninggal dunia lima tahun lalu karena kanker payudara stadium empat.
Ia dan ayahnya kini tinggal bersama kakak perempuan tertuanya yang bekerja sebagai karyawan di pabrik kayu.
Sedangkan kakak perempuannya yang lain tinggal bersama suaminya di Subang, Selangor.
“Bohong kalau aku tidak ingin membangun karier, tapi aku rela tidak bekerja untuk merawat ayah. Aku menolak semua tawaran melanjutkan belajar, termasuk di bidang pelayaran".
Dijelaskan, Abdul Muqmin Mazni sebenarnya memiliki karier yang moncer, namun ia memilih meninggalkan itu semua.
“Awalnya aku bekerja sebagai teknisi di SME Aerospace, tapi aku berhenti karena memilih merawat ayah. Sedih sebenarnya meninggalkan semuanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/KISAH-perjuangan-pria-rela-tinggalkan-karier.jpg)