Breaking News:

Berita Kriminal

SYOK Warga Pasar Minggu Dengar Teriakan Malam-malam di Luar Rumah, Ada Pria Lagi Dibunuh & Diseret!

Mayat penuh luka dan berlumuran darah di Pasar Minggu, Jakarta Selatan diduga korban pembunuhan, jantungnya ditusuk.

Editor: Dhimas Yanuar
ISTIMEWA
Warga syok lihat detik-detik pembunuhan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 

TRIBUNSTYLE.COM - Innalillahi, seorang sopir taksi berinisal MSD (53) diduga jadi korban pembunuhan.

Pria tersebut ditemukan seorang warga saat sudah dihabisi dan tergeletak dengan kondisi penuh luka dan berlumuran darah.

Diketahui insiden tersebiut terjadi di Jalan Komplek Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Warga di lokasi, berinisial H pun membeberkan kronologi penemuan jenazah MSD, yang diduga jadi korban pembunuhan tersebut.

Seorang sopir taksi berinisal MSD (53), yang diduga jadi korban pembunuhan, ditemukan tergeletak dengan kondisi penuh luka dan berlumuran darah, di Jalan Komplek Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Seorang sopir taksi berinisal MSD (53), yang diduga jadi korban pembunuhan, ditemukan tergeletak dengan kondisi penuh luka dan berlumuran darah, di Jalan Komplek Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (Istimewa)

Peristiwa itu kata H, terjadi pada Selasa (15/8/2023) dini hari, di Jalan Komplek Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

H merupakan orang yang pertama kali menemukan jasad MSD, kemudian melaporkannya ke sekuriti Gedung Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan).

Disampaikan H, dirinya sempat mendengar suara teriakan yang berasal dari luar rumahnya.

Kemudian, H pun mencoba untuk mengintip dari jendela, untuk memastikan apa yang tengah terjadi.

Baca juga: Warga Temukan Mayat Bayi Laki-laki dalam Kresek di Gunungkidul, Ada Bau Busuk & Dikerubungi Lalat

Saat mengintip, dia mendapati sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya.

"Ada dengar suara teriak-teriak, 'woah, woah, gubrak, gubrak, gubrak'," kata H saat ditemui di lokasi, Selasa (15/8/2023).

Menurut dugaan H, saat itu pelaku tengah mengeksekusi korban. H mengatakan korban ditusuk di bagian dada dan mengenai jantungnya.

"Dia (korban) kelihatannya dihabisi dari belakang. Saya tanya polisi, 'Pak itu lukanya di mana?'."

Ilustrasi pembunuhan.
Ilustrasi pembunuhan. ()

"'Di jantung'. Jadi bukan digorok, (tapi) ditusuk. Jadi awalnya ada suara di mobil, dieksekusinya di mobil," ujarnya. 

H mengatakan, dia melihat korban sempat diseret saat diturunkan dari mobil, hingga sepatu korban terlepas.

"Si korban diturunin di situ tuh, diseret. Dia kan setirnya sebelah kanan, makanya itu ada bekas hitam-hitam itu, tapi sudah saya siram," ungkapnya.

Tak lama, H langsung mengambil tindakan, dengan cara menyalakan lampu halaman rumahnya.

Rupanya, hal tersebut membuat pelaku panik, dan langsung tancap gas dari TKP.

"Saya nyalain lampu, rupanya dia kaget kan, kabur. Putar balik di depan," ujar dia.

Setelah pelaku pergi, H akhirnya memberanikan diri untuk keluar rumah setelah pelaku meninggalkan TKP.

"Setelah itu saya beranikan diri keluar, walaupun saat itu pikiran saya, ah paling orang buang sampah."

"Nggak ada pikiran kejahatan. Setelah itu begitu saya dekat, bersuara itu (korban), 'eee'. Wah kaget saya. Mungkin tarikan napas terakhir kan," ujar dia.

H pun langsung meminta bantuan kepada sekuriti Gedung Ditjen Tanaman Pangan Kementan, hingga Ketua RT dan RW setempat.

"Saya panggil sekuriti, RT, RW, datang tuh. Nggak lama polisi juga datang. Jadi sasarannya memang kelihatannya perampasan mobil," ujarnya.

Adapun mobil yang diduga dirampok pelaku yaitu Toyota Veloz berpelat nomor B 2166 KIL.

Di sisi lain, Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Rusit Malaka mengatakan, terdapat luka yang serius pada bagian dada sebelah kanan, dahi dan memar di punggung korban.

"Membawa jenazah korban ke RS Fatmawati untuk proses selanjutnya," katanya.

Rusit juga mengatakan, sebelum penemuan mayat itu, seorang saksi melihat pengengemudi mobil yang turun dan membuang sesuatu di pinggir jalan.

Kemudian, saksi mengaku jika orang misterius itu langsung bergegas menuju arah Jalan Raya Ragunan.

"Kemudian saksi mendekati dan mengecek sesuatu yang dibuang tersebut. Saksi kaget melihat seseorang yang sudah tergeletak kemudian saksi langsung meminta bantuan kepada sekuriti yang sedang berjaga di kantor yang jaraknya tidak jauh dari TKP sekitar 200 meter," ujar Rusit.

Saat ditemukan, korban masih membawa identitas berupa KTP, SIM, kartu BPJS, dan uang senilai Rp 222 ribu di dalam dompetnya. (m41)

....

Kasus lain: CERITA mistis dokter autopsi mayat korban ketabrak kereta di Jakarta, badan utuh, rapi dan tercium aroma melati yang menyengat.

Viral di media sosial TikTok, dokter Intan Rachmita bercerita soal pengalaman mistisnya saat mengautopsi mayat korban ketabrak kereta.

Peristiwa tersebut terjadi di tahun 2011, kala itu ia sedang bertugas di bagian autopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Dokter Intan Rachmita
Dokter Intan Rachmita bercerita soal pengalaman mistisnya saat mengautopsi mayat korban kecelakaan kereta di media sosial TikTok.

Baca juga: DUA Sejoli di Aceh Tewas di Mobil Tanpa Busana, Terungkap Penyebab Kematian, Keluarga Tolak Autopsi

"Waktu itu aku hari Rabu jaga malam," ucap dokter Intan dikutip TribunJakarta dari TikTok pada Rabu (9/8/2023).

"Aku sama temannku berdua menunggu di ruang kelas, kalau ada autopsi biasanya perawat forensik bakal ketuk pintu kita," imbuhnya.

Lalu di pukul 21.00 WIB, dokter Intan mendadak mendapatkan tugas untuk mengautopsi mayat.

Dokter Intan bercerita selama 3 bulan bertugas di bagian autopsi dirinya tak takut dengan darah ataupun kondisi mayat yang tak utuh.

Yang membuat dokter Intan merasa gemetar setiap ingin autopsi adalah aroma yang dikeluarkan dari mayat yang biasanya sangat menusuk hidung.

Namun malam itu sangat berbeda, dokter Intan mengaku tak mencium aroma tak sedap.

Setibanya di bagian depan ruang autopsi ia malah mencium aroma melati yang semerbak.

Dokter Intan bercerita selama 3 bulan bertugas di bagian autopsi dirinya tak takut dengan darah ataupun kondisi mayat yang tak utuh.
Dokter Intan bercerita selama 3 bulan bertugas di bagian autopsi dirinya tak takut dengan darah ataupun kondisi mayat yang tak utuh. (Istimewa)

"Di ruang autopsi itu bersih banget, di depannya ada namanya ruangan timbangan mayat," kata dokter Intan.

Nah di depan ruangan mayat itu yang aku cium adalah bau harum, bau bunga melati," imbuhnya.

Dokter Intan mengaku baru pertama kali mencium bau seperti itu.

Bau melati semakin menguat saat dirinya memasuki ruang autopsi.

"Selama stase di forensik aku baru pertama kali cium bau itu, karena biasanya cuma bau formalin," kata dokter Intan.

"Pas aku masuk ke ruang autopsi itu baunya semakin semerbak,"

"Bener-bener bunga melati,"

"Dan di ruangan cuma ada satu mayat yang tergeletak," imbuhnya.

Saat melihat kondisi mayat pria yang diperkirakan berusia 50 tahun itu, dokter Intan dibuat semakin merinding.

Pasalnya mayat tersebut tampak rapi dan sangat bersih.

Padahal berdasarkan laporan yang diterima dokter Intan, pria itu meninggal dunia karena ditabrak kereta.

"Kondisi mayatnya dalam kondisi sangat-sangat rapi, berdasarkan laporan itu korban ketabrak kereta," ujar dokter Intan.

"Aku sama temen-temanku langsung lihat-lihatan 'ini bener ketabrak kereta',"

"Karena mayatnya itu bersih rapi, enggak ada bercak darah atau berantakan gitu," imbuhnya.

Menurut dokter Intan, pria tersebut tak seperti orang yang sudah meninggal, namun hanya seperti sedang tertidur.

Saat mendekat ke arah mayat itu, dokter Intan dan temannya mencium bau melati yang semakin menyengat.

"Ketika kita dekati mayatnya itu baunya semakin semerbak," ucap dokter Intan.

"Itu mayat terapi yang pernah aku temukan,"

"Biasanya berantakan,"

Bajunya masih dimasukin, rambutnya masih rapi kayak abis disisir," imbuhnya.

Setelah dilakukan autopsi luar, dokter Intan kemudian menduga pria tersebut meninggal dunia karena mengalami cedera di kelapa bekalang.

"Lalu dari pemeriksaan kita menemukan luka di belakang kepala," ujar dokter Intan.

"Kemungkinan itu yang membuat beliau meninggal," imbuhnya.

dokter Intan mengaku baru pertama kali melihat mayat yang kondisinya rapi, bersih, dan wangi seperti itu.

Ia menyakini semasa hidupnya pria tersebut adalah sosok yang baik.

"InsyaAllah ini mayat orang baik, pertama kali dalam hidup aku sampai detik ini aku belum pernah menemukan mayat seperti ini," ucap dokter Intan.

"Seperti tertidur, tersenyum rapi, bersih, harum, padahal tertabrak kereta," imbuhnya.

 

(TribunJakarta.com/Rr Dewi Kartika H).

Artikel ini diolah dari TribunJakarta.com

 

(*)

Artikel diolah dari WartaKotalive.com

Penulis: Nurmahadi

Sumber: Warta Kota
Tags:
Pasar Mingguberita kriminalJakarta Selatanpembunuhan
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved