Breaking News:

ABORSI Legal di Jepang Maksimal 22 Minggu Usia Janin, Pil Aborsi dengan Resep Dokter Segera Edar

Jepang melegalkan aborsi, pil penggugur kandungan bakal segera beredar. Kemenkes Jepang sedang mempertimbangkannya.

IE Malayalam
Jepang melegalkan aborsi, pil penggugur kandungan akan segera beredar. 

"Tidak ada yang bertanya kepada saya apakah saya baik-baik saja (atau) apakah saya masih memikirkan bayi saya," tutur Imtiaz.

Padahal, tidak ada satu hari pun berlalu tanpa ia memikirkan anak-anaknya.

Ia mengatakan bahwa kehilangan 22 bayi telah menyiksa dirinya.

Akan tetapi, ia ingin membuka diri untuk membantu orang lain yang mungkin berada dalam situasi yang sama.

Imtiaz memiliki beberapa saran sederhana untuk para ibu bernasib serupa.

"Jika Anda menahannya, Anda tidak akan berhasil.

Anda perlu membuka diri dan membicarakan situasi ini, jika tidak, Anda akan retak," ungkap Imtiaz Fazil.

Ilustrasi ibu memegang tangan bayinya.
Ilustrasi ibu memegang tangan bayinya. (Freepik)

Stigma Keguguran Menular Masih Beredar di Masyarakat

Pasangan West Midlands, Sarina dan Vik Kaur Dosanjh, keduanya berusia 29 tahun, juga angkat bicara dengan harapan memecah keheningan.

Pasangan itu mengalami dua kali keguguran dalam dua tahun terakhir dan mengatakan banyak yang masih menyimpan rasa sakit untuk diri mereka sendiri.

Menurut mereka, ada gagasan yang beredar di masyarakat kebanyakan, bahwa seseorang yang merencanakan kehamilan harus menjauhi orang yang pernah keguguran agar tidak 'tertular'.

"Itu salah satu stigma yang perlu dipatahkan," ungkap Sarina.

Baca juga: Wanita Baru Hamil 7 Minggu Dikira Sudah Mau Melahirkan, Perut Besar Jadi Sebab: Jangan-jangan Kembar

Ilustrasi ibu hamil.
Ilustrasi ibu hamil. (pregnant.sg)

Vik mengatakan dia menerima reaksi beragam ketika berbicara tentang kehilangan bayi.

Sementara beberapa pria mengatakan kepadanya soal bantuan mengatasi trauma, yang lain memperingatkan itu bukan sesuatu yang harus dibicarakan.

Namun, Vik sangat percaya bahwa salah satu mengatasi masalah adalah dengan membagikan atau menceritakan masalah.

(Fitri Wulandari/Tribunenws/TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Legalkan Aborsi Hingga Usia 22 Minggu Kehamilan, Jepang Pertimbangkan Penggunaan Pil Aborsi

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
aborsiJepang
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved