ABORSI Legal di Jepang Maksimal 22 Minggu Usia Janin, Pil Aborsi dengan Resep Dokter Segera Edar
Jepang melegalkan aborsi, pil penggugur kandungan bakal segera beredar. Kemenkes Jepang sedang mempertimbangkannya.
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Praktek aborsi hingga kini masih dianggap tabu di Indonesia, bahkan hal tersebut menyalahi aturan agama dan negara karena termasuk perkara tindak pidana.
Namun lain halnya yang terjadi di Jepang.
Di Negeri Sakura ini, pemerintah justru melegalkan aborsi.
Dengan catatan, usia janin atau kandungan maksimal 22 minggu.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jepang segera memutuskan apakah akan menyediakan pil aborsi untuk pertama kalinya setelah proposal tersebut melewati rintangan besar dengan pengesahan oleh panel pemerintah pada Jumat lalu.
Namun prosedur pembedahan saat ini merupakan satu-satunya pilihan dan biasanya diperlukan persetujuan antar pasangan.
Dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu (29/1/2023), perusahaan farmasi Inggris Linepharma mengajukan permohonan kepada otoritas kesehatan Jepang pada Desember 2021 untuk persetujuan pil aborsi, yang dapat digunakan pada masa awal kehamilan.
Baca juga: Pasangan Artis Ini Mesra Meski 15 Tahun Tak Kunjung Dikaruniai Momongan, Sempat Hamil Tapi Keguguran
Obat serupa tersedia di banyak negara termasuk Prancis yang pertama kali menyetujui pil aborsi pada 1988, dan Amerika Serikat (AS) yang telah menyediakannya sejak tahun 2000.
Seorang pejabat Kemenkes Jepang mengatakan bahwa panel ahli telah meninjau proposal tersebut dan 'melihat tidak ada masalah untuk menyetujuinya'.
Media Jepang melaporkan bahwa obat itu akan legal diresepkan dokter pada awal Maret mendatang.
"Pemerintah pertama-tama akan mengumpulkan berbagai pendapat dan berkonsultasi dengan dewan peninjau tingkat yang lebih tinggi karena 'minat publik yang tinggi terhadap masalah ini'," kata pejabat kementerian itu.
Aborsi bedah tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan masyarakat Jepang dan biayanya mencapai sekitar 100.000 hingga 200.000 yen atau setara 800 hingga 1.500 dolar AS.
Penyelesaian tahap akhir bahkan terkadang memiliki biaya yang lebih mahal.
Para Juru kampanye di Jepang juga mendorong akses yang lebih baik untuk pil kontrasepsi darurat yang dapat mencegah kehamilan.
Baca juga: TEGA Ibu Mertua Paksa Menantu Aborsi Karena Dia Juga Hamil: Malu Jika Cucunya Lebih Tua dari Anaknya
Kontrasepsi darurat saat ini tidak dapat dibeli tanpa persetujuan dokter di Jepang.
Pil ini juga satu-satunya obat yang harus diminum di depan apoteker agar tidak dijual di pasar gelap.
Hamil 24 Kali, Wanita Ini Keguguran 17 Kali, Kini Anaknya Tinggal 2 Saja
Banyak kisah menyayat hati soal kehilangan buah hati.
Di saat ada pasangan yang ingin menggugurkan kandungannya karena belum siap, justru banyak pasangan yang begitu mendambakan buah hati.
Seorang wanita menceritakan kisah pilunya soal hamil 24 kali, mengalami keguguran 17 kali, dan kehilangan 5 bayi, tinggal 2 anaknya masih hidup.
Bagaimana tidak patah hati, seorang ibu hanya tinggal memiliki dua anak, padahal pernah hamil sebanyak 24 kali.
Melansir The Sun, wanita tersebut bernama Imtiaz Fazil (49).
Ia telah mengalami 17 kali keguguran dan lima bayinya meninggal sebelum ulang tahun pertama mereka.
Itu semua terjadi dalam kurun waktu 23 tahun terakhir.
Imtiaz, yang berasal dari Manchester, Inggris, kini angkat bicara soal rasa sakitnya karena ingin mematahkan stigma seputar kehilangan bayi.
Baca juga: Dulu Dipuji Istri Setia, Wanita Ini Akhirnya Ceraikan Suami yang Lumpuh: Aku Mundur Sebelum Gila
Menurutnya, topik ini masih tabu dalam sebagian besar masyarakat Asia Selatan, dan ia sendiri telah mengalaminya secara langsung dengan keluarga.
Kepada BBC North West Tonight, Imtiaz mengungkapkan perasaannya.
"Terlalu menyedihkan; itu sebabnya tidak ada yang mendekati hal-hal semacam ini.
Mereka hanya menyimpannya untuk diri mereka sendiri," ungkapnya.
Sang ibu, yang menderita begitu banyak kehilangan karena kondisi genetik yang langka, mengaku tidak ada yang menanyakan soal keadaannya tentang kehilangan begitu banyak bayi.
Baca juga: Wanita 36 Tahun Punya 13 Anak, Pertama Hamil Umur 14 Tahun: Tak Pernah Pakai Alat Kontrasepsi

"Tidak ada yang bertanya kepada saya apakah saya baik-baik saja (atau) apakah saya masih memikirkan bayi saya," tutur Imtiaz.
Padahal, tidak ada satu hari pun berlalu tanpa ia memikirkan anak-anaknya.
Ia mengatakan bahwa kehilangan 22 bayi telah menyiksa dirinya.
Akan tetapi, ia ingin membuka diri untuk membantu orang lain yang mungkin berada dalam situasi yang sama.
Imtiaz memiliki beberapa saran sederhana untuk para ibu bernasib serupa.
"Jika Anda menahannya, Anda tidak akan berhasil.
Anda perlu membuka diri dan membicarakan situasi ini, jika tidak, Anda akan retak," ungkap Imtiaz Fazil.

Stigma Keguguran Menular Masih Beredar di Masyarakat
Pasangan West Midlands, Sarina dan Vik Kaur Dosanjh, keduanya berusia 29 tahun, juga angkat bicara dengan harapan memecah keheningan.
Pasangan itu mengalami dua kali keguguran dalam dua tahun terakhir dan mengatakan banyak yang masih menyimpan rasa sakit untuk diri mereka sendiri.
Menurut mereka, ada gagasan yang beredar di masyarakat kebanyakan, bahwa seseorang yang merencanakan kehamilan harus menjauhi orang yang pernah keguguran agar tidak 'tertular'.
"Itu salah satu stigma yang perlu dipatahkan," ungkap Sarina.
Baca juga: Wanita Baru Hamil 7 Minggu Dikira Sudah Mau Melahirkan, Perut Besar Jadi Sebab: Jangan-jangan Kembar

Vik mengatakan dia menerima reaksi beragam ketika berbicara tentang kehilangan bayi.
Sementara beberapa pria mengatakan kepadanya soal bantuan mengatasi trauma, yang lain memperingatkan itu bukan sesuatu yang harus dibicarakan.
Namun, Vik sangat percaya bahwa salah satu mengatasi masalah adalah dengan membagikan atau menceritakan masalah.
(Fitri Wulandari/Tribunenws/TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Legalkan Aborsi Hingga Usia 22 Minggu Kehamilan, Jepang Pertimbangkan Penggunaan Pil Aborsi
Sumber: Tribunnews.com
3 Rahasia Kebugaran dari Orang yang Benar-Benar Mencintai Tubuh Mereka |
![]() |
---|
6 Dampak Stres yang Sering Terabaikan dan Bisa Merusak Tubuh Anda |
![]() |
---|
14 Masalah Kesehatan Gigi yang Sering Diabaikan & Bisa Menyebabkan Sakit Tak Terduga |
![]() |
---|
2 Cara Mudah Meredakan Kecemasan dengan Kreativitas |
![]() |
---|
Jangan Katakan Ini! 7 Hal Menyakitkan bagi Orang dengan Gangguan Makan |
![]() |
---|