Breaking News:

Berita Viral

Dijuluki Desa Terkutuk, Wilayah di Jepang Ini Ditinggal Penduduknya, Kini Dihuni 350 Boneka Manusia

Beginilah penampakan sebuah desa menyeramkan dan terkutuk yang dihuni oleh ratusan penduduk bukan manusia, Desa Nagoro.

Dailystar
Beginilah penampakan sebuah desa menyeramkan dan terkutuk yang dihuni oleh ratusan penduduk bukan manusia, Desa Nagoro. 

Sebab, ruang kelas itu dipenuhi siswa dan guru dalam pelajaran.

Baca juga: 5 Rekomendasi Jutsu Super Mengerikan Tiada Tanding dalam Serial Anime Naruto Shippuden

Dia juga menciptakan beberapa boneka sebagai penghormatan kepada penduduk yang telah meninggal.

Untuk meningkatkan pemasukan kas daerah, pemerintah setempat mempunyai ide cemerlang.

Pemerintah setempat memandang bahwa desa tersebut memiliki daya pikatnya tersendiri.

Desa Nagoro
Desa Nagoro (Tribunnews)

Hingga pada akhirnya, pemerintah setempat mulai gencar mempromosikan kawasan tersebut sebagai desa wisata.

Untuk semakin menarik pengunjung, pemerintah setempat juga mengadakan sejumlah festival.

Setiap musim gugur, desa ini mengadakan Festival Orang-orangan Sawah lengkap dengan kompetisi foto.

Pemenang menerima hadiah berupa orang-orangan sawah.

Baca juga: Sempat Dihujat Tuty Wibowo Curhat Vakum karena Dibully Kini Kembali Bersinar Karena Bunda Corla

Tak hanya itu, lokakarya pembuatan orang-orangan sawah.

Hingga  pada akhirnya, desa Nagoro tersebut berhasil diminati oleh banyak turis.

Tak sedikit turis yang berkunjung ke Nagoro untuk menikmati suasana desa yang unik itu.

Desa Nagoro ramai dikunjungi wisatawasan.

Tsukimi, sosok di balik desa Nagoro
Tsukimi, sosok di balik desa Nagoro (Amusing Planet)

Terlebih lagi disaat bulan Halloween, Oktober tiba, banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung untuk menikmati suasana Halloweeen yang berbeda di Jepang.

Meski lokasinya sangat terpencil, tak sedikit wisatawan yang tetap rela menghabiskan tenaganya untuk berkunjung ke Nagoro.

Diketahui desa tersebut terletak di Lembah Iya di Prefektur Tokushima.

Meskipun awalnya tidak dimaksudkan sebagai tujuan wisata, dalam beberapa tahun terakhir desa ini telah menjadi hit.

Desa ini juga tampil di TV, termasuk film dokumenter tahun 2014, Valley of the Dolls, serta penampilan selama episode serial perjalanan James May Our Man in Japan.

(TribunStyle.com/Dika Pradana)

Berita lain terkait Jepang >>>>

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved