Bagaimana Hari Raya Waisak Dirayakan? Peringati Tiga Peristiwa Penting Umat Buddha
Sejarah Hari Raya Waisak, nama bulan dalam penanggalan India Kuno, peringati tiga peristiwa penting umat Buddha.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Sejarah Hari Raya Waisak, nama bulan dalam penanggalan India Kuno, peringati tiga peristiwa penting umat Buddha.
Umat Buddha merayakan Waisak 2566 BE (Buddhist Era) pada Senin, 16 Mei 2022.
Hari Raya Waisak ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia Nomor 3 tahun 1983 tanggal 19 Januari 1983.
Waisak sendiri juga dikenal dengan sebutan Vesak, Visaka, atau Wesakha.
Hari raya ini biasanya dirayakan pada bulan Mei setiap tahunnya, tepatnya saat terjadinya bulan purnama.
Ada serangkaian acara dalam memperingati Hari Waisak.
Sebelumnya, simak dulu sejarahnya berikut ini.
Baca juga: Inspirasi Ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2022 untuk Umat Buddha, Sabbe Satta Bhavantu Sukithata
Baca juga: 5 Museum Sejarah Peradaban Islam Termegah dan Lengkap di Dunia, di Kairo hingga Paris
Sejarah Hari Raya Waisak, Peringati Tiga Peristiwa Penting Umat Buddha
Hari Waisak juga dikenal dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Saga Dawa di Tibet, Vesak di Malaysia, dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka.
Nama ini diambil dari bahasa Pali 'Wesakha', yang pada gilirannya juga terkait dengan 'Waishakha' dari bahasa Sanskerta.
Peringatan ini dirayakan dalam bulan Mei pada waktu terang bulan (purnama sidhi).
Ada tiga peristiwa penting yang diperingati, yakni sebagai berikut.
1. Lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 S.M.
2. Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada usia 35 tahun pada tahun 588 S.M.
3. Buddha Gautama parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun pada tahun 543 S.M.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/perayaan-waisak-di-candi-borobudur.jpg)