Breaking News:

Bolehkan Tes Antigen Mandiri, WHO Minta Masyarakat Hati-hati, Ini Perbedaan Tes Swab PCR & Antigen

Boleh tes antigen secara mandiri, WHO minta masyarakat lebih hati-hati, Indonesia masih dilakukan oleh profesional.

Tayang:
Editor: Dhimas Yanuar
Kolase TribunStyle.com/Horth Rasur via Kompas.com/premiermessengerltd.com
Boleh tes antigen secara mandiri, WHO minta masyarakat lebih hati-hati, Indonesia masih dilakukan oleh profesional. 

Saat ini yang sering digunakan oleh masyarakat adalah antigen dan PCR.

Lantas, manakah yang paling baik? Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro pun memberikan tanggapannya.

Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah Untuk Pemberantasan Covid-19 beri penjelasan terkait tes Antigen dan PCR
Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah Untuk Pemberantasan Covid-19 beri penjelasan terkait tes Antigen dan PCR (Istimewa)

Baca juga: Indonesia Dipuji Dunia Lantaran Tingkat Vaksinasi, Dokter Reisa Salut: The Power of Gotong Royong

Baca juga: WASPADAI 9 Gejala Omicron yang Menyerang Orang yang Sudah Divaksinasi Penuh, Termasuk Mual & Bersin

Jika merunut pada aturan Kementerian Kesehatan No HK.01.07/Menkes/446/ 2021, karena PCR makin terjangkau, maka sebaiknya dianjurkan menggunakan tes PCR, sesuai yang diarahkan Badan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

"Karena kalau diperbandingkan dari sensitivitasnya saja sudah berbeda."

"Kalau antigen memang ini sekitar 30-84 persen, tergantung dari perusahaan yang menyediakan," ungkap Reisa pada siaran Radio Kesehatan, Senin (14/2/2022).

Swab antigen merupakan scanning awal bagi mereka yang tidak bergejala.

Dapat digunakan juga untuk diagnosis bergejala atau diduga sebagai kontak erat yang sudah terpapar Covid-19.

"Tapi memang harus PCR memiliki keakuratan dalam pengujian jauh lebih tinggi."

"Sensitivitasnya saja 70-98 persen, dengan spesifikasi lebih dari 99 persen," papar Reisa.

Ilustrasi virus corona atau covid-19
Ilustrasi virus corona atau covid-19 (freepik)

Di sisi lain, hasil dari tes PCR memang tidak secepat antigen, karena memerlukan pemeriksaan di laboratorium, sehingga bisa membutuhkan waktu 1-2 hari.

"Kalau sudah, baru bisa dilihat. PCR ini mengidentifikasi apakah di dalam sampel tersebut ada partikel virus Covid-19."

"Jadi memang yang digunakan penegakkan diagnosis sebaiknya PCR," ucap Reisa.

Namun kalau kalau tempat tes tidak memadai, dan yang tersedia hanyalah antigen, maka diperbolehkan.

Tetapi tetap kalau hasil negatif, ada syarat pemeriksaan kembali dalam beberapa hari. (Aisyah Nursyamsi)

(wartakota.com / Aisyah Nursyamsi)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Sebaiknya Lakukan Tes Antigen Atau PCR? Ini Kata Dokter Reisa

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WHO Izinkan Swab Mandiri, Satgas Ingatkan Masyarakat Hati-hati Memilih Alat Tes Rapid Antigen,

Penulis: Rina Ayu Panca Rini

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Tags:
antigentes swabIndonesia
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved