Virus Corona
PANDEMI Segera Berakhir? Obat Molnupiravir dari Merck Disebut Bisa Atasi Covid-19 Varian Delta
Apakah pandemi segera berakhir? Obat molnupiravir dari Merck disebut bisa atasi Covid-19 varian Delta.
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Apakah pandemi segera berakhir? Obat Molnupiravir dari Merck disebut bisa atasi Covid-19 varian Delta.
Pandemi virus corona di Indonesia sendiri sudah mulai menurun.
Berkat dari PPKM dan vaksinasi, masyarakat dan pemerintah berhasil mengurangi merebaknya lagi virus Covid-19.
Berbagai vaksin juga sudah tersedia untuk segera digunakan, namun hingga kini masih belum ada obat khusus untuk Covid-19 itu sendiri.
Namun kali ini ada kabar baik, pabrik farmasi Merck dari Amerika Serikat Jumat, (1/10/2021), dilansir dari Vox, melaporkan telah membuat obat yang berhasil turunkan risiko Covid-19.
Mereka mengklaim bahwa obat antivirusnya, molnupiravir mengurangi risiko saat dirawat dan kematian pada pasien yang berisiko hingga 50 persen, menurut analisis sementara perusahaan.
Baca juga: Meski Endemik & Tingkat Vaksinasi 80%, Singapura Masih Dihantam Hampir 3000 Kasus Covid-19
Baca juga: Dicekal di Jepang & Korea, Vaksin Sinovac Nyatanya Bisa Kurangi Risiko Kritis Saat Covid-19
Pengobatan Covid-19 yang baru dan efektif – jika disetujui oleh regulator kesehatan – dapat menjadi alat serbaguna bagi dokter untuk merawat pasien Covid-19.
Hingga pada akhirnya dapat menyelamatkan nyawa para pengidap, dan mengurangi resiko merebaknya kembali virus corona jenis lain.
Meskipun ada sejumlah obat untuk Covid-19 di pasaran, banyak di antaranya masih punya harga mahal, sulit dilakukan, tidak tersedia secara luas, atau kurang efektif.
Sementara itu, pengobatan yang memiliki sedikit bukti, seperti obat antiparasit ivermectin dan obat antimalaria hydroxychloroquine, masih menarik banyak orang.
Obat antivirus remdesivir, sendiri saat ini menjadi satu-satunya obat dengan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk mengobati Covid-19.
Molnupiravir, yang awalnya dikembangkan untuk mengobati influenza, disebut bisa mengatasi permasalahan obat-obat Covid-19 sebelumnya.
Molnupiravir diberikan sebagai pil dua kali sehari selama lima hari.
Obat ini disebut lebih terjangkau pada semua warga masyarakat.
Meski begitu, Molnupiravir juga diklaim masih memiliki bobot ilmiah yang kurang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/obat-obatan-1.jpg)