Trending Hari Ini
Jokowi Minta Vaksin Covid-19 Harus Habis Sekali Datang, Para Pemimpin Dapat Peringatan Keras
Perintah Keras Jokowi Muncul, Sang Presiden Minta Vaksin Covid-19 Harus Langsung Habis Sekalinya Datang, Para Pemimpin Dapat Peringatan Ini
Editor: Dhimas Yanuar
TRIBUNSTYLE.COM - Pemerintah Indonesia memang sedang menggalakkan vaksinasi covid-19 habis-habisan.
Dikutip Gridhot dari Kompas.com, bahkan Kepala BNPB kini berusaha mewujudkan covid-19 yang semula pandemi bisa berubah jadi endemi.
Yang artinya rakyat juga sudah harus siap dengan vaksin covid-19 di tubuhnya agar bisa hidup berdampingan dengan virus tersebut.
Baca juga: KABAR BAIK Vaksin Pfizer Datang 1,5 Juta Dosis, Prioritas untuk Ibu Hamil, Ini Syarat & Ketentuannya
Baca juga: BAHAYA Langsung Olahraga Setelah Divaksin Covid-19, Dianjurkan Beri Jeda 7 hingga 10 Hari
Presiden Jokowi kini memiliki permintaan kepada tiap kepala daerah yang sedang memimpin.
Dikutip Gridhot dari Kontan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta kepala daerah segera menghabiskan stok vaksin Covid-19.
Jokowi ingin vaksin yang ada langsung disuntikkan ke masyarakat.
"Saya minta seluruh bupati, wali kota, kalau vaksin datang langsung habiskan secepat-cepatnya, minta lagi," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/8/2021).
Jokowi mengatakan, vaksin yang datang pada Agustus ini mencapai 72 juta dosis.
Kemudian, pada bulan depan diperkirakan yang datang mencapai 70 juta dosis.
Jumlah tersebut bukan angka yang kecil, mengingat vaksin yang datang biasanya hanya berjumlah 8-10 juta dalam satu bulan.
Bahkan, sebelumnya, butuh waktu 7 bulan untuk mendapat 68 juta dosis vaksin.
"Ini 72, 70 (juta), sehingga cepat habiskan. Jangan sampai ada stok vaksin di cold storage, bapak ibu semuanya. Segera dihabiskan," ujarnya.
Menurut Jokowi, kunci penanganan pandemi meliputi tiga hal.
Pertama, mempercepat vaksinasi.
Kedua, memindahkan pasien yang isolasi mandiri ke fasilitas isolasi terpusat.
Jokowi menduga, tingginya angka kematian akibat Covid-19 disebabkan karena pasien terlambat mendapat perawatan di fasilitas isolasi terpusat atau rumah sakit.
"Kurangi yang isoman (isolasi mandiri), ditarik ke isolasi yang terpusat. Ini akan sangat mengurangi sekali laju penyebaran," ucap Jokowi.
Langkah ketiga yakni memastikan suplai obat tidak terlambat. Jika ada pasien yang masuk ke fasilitas isolasi terpusat maka obat harus segera diberikan.
"Tiga ini kalau kita kerjakan Insya Allah akan semakin turun kasus-kasus yang ada di provinsi Jawa Timur," tuturnya.
--
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi program vaksinasi Covid-19 secara door to door yang difasilitasi Badan Intelijen Negara (BIN) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Presiden berharap vaksinasi door to door tersebut tidak hanya digelar di beberapa kota saja, melainkan di seluruh wilayah di Indoensia.
"Kita harapkan dari program yang dilakukan Badan Intelijen Negara ini betul-betul bisa berjalan dengan baik tidak hanya di provinsi-provinsi yang telah dilaksanakan pada hari ini. Tetapi juga di hari-hari yang akan datang juga bisa dilakukan (di seluruh wilayah)," kata Jokowi dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (19/8/2021).
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil di Kota Tangerang Dimulai Hari Ini, Amankah? Simak Penjelasannya
Baca juga: Meski Sudah Divaksin, Ada 2 Kelompok yang Masih Bisa Terinfeksi Covid-19, Rentan & Berisiko Tinggi
Vaksinasi door to door membantu mempercepat program vaksinasi nasional.
Program vaksinasi Covid-19 door to door merupakan pelayanan kesehatan yang sangat baik karena petugas mendatangi langsung kampung atau rumah masyarakat yang akan divaksin.
"Saya sangat mengapresiasi program door to door ini karena memang ini adalah jemput bola mendatangi masyarakat, datang ke kampung kemudian langsung divaksin di rumah masing-masing," katanya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pelaksanaan vaksinasi kepada pelajar dan vaksinasi kepada masyarakat secara door to door yang difasilitasi oleh Badan Intelijen Negera (BIN) di SMPN 3 Mejayan, Kabupaten Madiun, Kamis, (19/8/2021)
Ditemani Kepala BIN Budi Gunawan dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jokowi melihat dari dekat proses vaksinasi kepada pelajar tersebut.
Selain itu Jokowi juga melakukan konferensi video dengan peserta vaksinasi di provinsi lainnya.
Kabinda Sumatera Utara Brigjen Asep Jauhari mengatakan bahwa terdapat 5 ribu orang yang divaksin di wilayahnya yang terdiri dari pelajar dan masyarakat umum.
"Izin melaporkan untuk vaksin hari ini ada 3 tempat yang pertama untuk pelajar di SMA Negeri 1 dan untuk door to door itu di 2 Kecamatan yang pertama Kecamatan Medan Helvetia dan Kecamatan Medan Tuntungan," kata Asep.
Sementara Kabinda Sumbar Brigjen Suwondo Baskoro juga melaporkan telah melakukan vaksinasi kepada para pelajar SMA se Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 5000 dosis.
"Kami melaporkan dari SMA 1 Batang Anai hari ini melaksanakan vaksin 5 ribu, di tahap pertama dipusatkan di SMA 1 Batang Anai dari berbagai SMA di Kabupaten Padang Pariaman," katanya.
Sementara itu Kabinda Riau, Brigjen Amino Setia Budi mengatakan bahwa setiap harinya BIN melakukan vaksinasi kepada 5 ribu pelajar.
Termasuk mereka yang ada di pulau terluar Provinsi Riau.
"Target Binda perhari 5.000. Untuk BiN seluruh Nusantara per hari 50.000," katanya.
Sementara itu Kabinda Sulsel Brigjen Dwi Surjatmodjo mengatakan bahwa vaksinasi yang dilakukan pihaknya menargetkan para santri yang ada di pondok pesantren.
Selain itu juga masyarakat yang dilaksanakan secara door to door.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Ingin Vaksinasi Covid-19 Secara Door to Door Dilakukan di Semua Provinsi, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/08/19/jokowi-ingin-vaksinasi-covid-19-secara-door-to-door-dilakukan-di-semua-provinsi?page=all
Artikel ini telah tayang di GridHot dengan judul: Perintah Keras Jokowi Muncul, Sang Presiden Minta Vaksin Covid-19 Harus Langsung Habis Sekalinya Datang, Para Pemimpin Dapat Peringatan Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/jokowi-suntik-vaksin-covid-19-dosis-kedua-rabu-2712021.jpg)