Breaking News:

Trending Hari Ini

Anies Baswedan Minta Warga Segera Vaksin Covid-19 Supaya Bisa Ramaikan Masjid Kembali

Minta Warga Segera Vaksin Covid-19, Anies Baswedan Ingin Ramaikan Masjid Lagi: Supaya Aman

Tayang:
Editor: Dhimas Yanuar
Kolase TribunStyle (Dok. Pemprov DKI Jakarta, Pixabay)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

TRIBUNSTYLE.COM - Pemprov DKI Jakarta terus mengebut program vaksinasi Covid-19 di ibu kota. Hingga saat ini sudah ada lebih dari 9,3 juta warga yang divaksin di Jakarta.

Dalam diskusi virtual, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, vaksin terus dikebut guna memberikan tambahan perlindungan bagi masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan keagamaan di tempat ibadah bisa kembali digelar.

Baca juga: HOAKS Vaksin Covid-19 Mengandung Microchip & Magnet hingga Meresahkan Masyarakat, Faktanya?

Baca juga: Jokowi Minta Vaksin Covid-19 Harus Habis Sekali Datang, Para Pemimpin Dapat Peringatan Keras

Vaksin virus corona Covid-19.
Vaksin virus corona Covid-19. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

"Salah satu pintu penting untuk masjid bisa kembali ramai dengan cara melindungi jamaahnya, perlindungan pada jemaah tambahan adalah vaksin," ucapnya, Minggu (22/8/2021).

Sebagai informasi, saat ini Pemprov DKI menargetkan 11 juta orang divaksin di ibu kota.

Artinya, masih ada 1,7 juta warga yang belum divaksin. Untuk itu, ia mengajak masyarakat yang belum divaksin agar segera mendatangi lokasi vaksinasi terdekat yang sudah disiapkan pemerintah.

"Kalau majelis-majelis ini mau buka ya yang ikut yang sudah vaksin saja. Supaya kenapa? Ya supaya aman, supaya terlindungi," ujarnya.

Hal ini dikatakan Anies bukan tanpa alasan, sebab, dari jutaan orang yang sudah divaksin, hanya 2,3 persennya saja yang masih terpapar Covid-19.

"Ada yang alami fatalitas 0,033 kira-kira 30 per 100 ribu orang, siapa itu, itu adalah orang yang memiliki gangguan kesehatan komorbid yang berat," kata dia.

"Secara umum bisa terlindungi dengan vaksinasi, itu data Jakarta sejak Januari sampai Juli kemarin," tambahnya menjelaskan.

--

Maraknya penggunaan sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat mobiltas warga rupanya berdampak pada sektor ekonomi pula.

Belakangan ini, warga dihebohkan bahwa sertifikat vaksin Covid-19 sebagai syarat mendapatkan bantuan sosial (bansos).

Ekonom senior Chatib Basri mengusulkan  kepada pemerintah supaya memberikan syarat bagi penerima bantuan sosial, seperti bantuan langsung tunai (BLT).

Baca juga: Sertifikat Vaksin Covid-19 Belum Muncul di Laman PeduliLindungi? Lakukan Registrasi dengan Cara Ini

Baca juga: SERTIFIKAT Vaksinasi Covid-19 Bakal Menjadi Syarat Utama Pelonggaran Aktivitas Publik di Jakarta

Vaksin Sinovac Biotech, salah satu dari 11 perusahaan China yang disetujui untuk melakukan uji klinis vaksin virus corona potensial. Vaksin corona (Covid-19) dari perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac, telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020).
Vaksin Sinovac Biotech, salah satu dari 11 perusahaan China yang disetujui untuk melakukan uji klinis vaksin virus corona potensial. Vaksin corona (Covid-19) dari perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac, telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020). (WANG ZHAO / AFP)

"Tentunya saya mengasumsikan supply vaksin bisa dipenuhi, maka ada insentif bagi orang yang melakukan vaksinasi.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Tags:
Anies BaswedanvaksinCovid-19
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved