Breaking News:

Pelajaran Sekolah

Hitobashira, Mengenal Manusia Dalam Pilar Untuk Persembahan Dewa, Tumbal Bangunan Penting di Jepang

Hitobashira dalam bahasa Jepang berarti pilar manusia, merujuk pada manusia yang dikubur hidup-hidup dalam pilar bangunan untuk persembahan Dewa.

Tayang:
www.fun-japan.jp
Kastil Maruoka adalah salah satu kastil tertua yang masih ada di Jepang dan dikabarkan dibangun dengan pilar manusia yang dapat ditemukan dalam legenda O-shizu, Hitobashira. 

TRIBUNTYLE.COM - Pernahkah kamu mendengar istilah “tumbal proyek”?

Tumbal proyek adalah istilah yang dipakai untuk seseorang yang dikorbankan agar konstruksi suatu bangunan atau jalan bisa berjalan dengan lancar.

Tahukah kamu bahwa istilah tumbal proyek tidak hanya berlaku di Indonesia saja, melainkan juga di Jepang.

Di Jepang, hal tersebut dikenal dengan nama hitobashira. 

Hitobashira dalam bahasa Jepang secara harfiah berarti pilar manusia, hal ini merujuk pada manusia yang dikubur hidup-hidup dalam pilar bangunan untuk persembahan pada Dewa.

Pembangunan Kastil Maruoka

Kastil Maruoka adalah salah satu kastil tertua Jepang yang berada di Prefektur Fukui yang dibangun tahun 1576.

Dilansir dari A History of Japan, ketika Shibata Katsutoyo (keponakan Shibata Katsuie) sedang membangun kastil Maruoka, tembok batu kastil itu terus runtuh tidak peduli berapa kali ditumpuk.

Sehingga seorang pengikutnya menyarankan untuk melakukan hitobashira.

Seorang wanita tua bernama Oshizu dipilih sebagai persembahan untuk dewa.

Mengingat kehidupannya yang miskin, Oshizu setuju dikorbankan dengan syarat salah satu putranya diangkat menjadi samurai agar bisa hidup layak.

Kastil Maruoka yang harus menumbalkan orang agar tetap kokoh berdiri
Kastil Maruoka yang harus menumbalkan orang agar tetap kokoh berdiri (allabout-japan.com)

Baca juga: Feng Shui dalam Desain Rumah ala Wabi-Sabi Jepang, Keindahan Dalam Sebuah Ketidaksempurnaan

Baca juga: 7 Manfaat Menonton Anime yang Wajib Diketahui, Belajar Budaya Jepang hingga Banyak Pelajaran Hidup

Pengorbanan dilakukan, Oshizu dikubur hidup-hidup dalam pilar utama Kastil Maruoka.

Tragisnya, anak Oshizu tidak pernah diangkat menjadi samurai karena Shibata Katsutoyo dipindahkan ke perfektur lain.

Dilansir dari All About Japan, setiap bulan April (bulan Oshizu dikorbankan) parit kastil akan dibanjiri hujan dan penduduk menyebutknya sebagai “air mata kesedihan Oshizu”.

Sehingga didirikanlah sebuah makam untuk menenangkan jiwa Oshizu yang marah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
hitobashiraJepangIndonesia
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved