Breaking News:

berita viral

Intip Koleksi Harvey Moeis dan Sandra Dewi di BPA Fair 2026, Dari Chanel hingga Emas Inisial Nama

Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, gelar sebuah ajang lelang aset negara dari mobil mewah berkelas, tas rancangan desainer dunia milik Harvey Moies.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA
LELANG HARTA SANDRA DEWI - Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, gelar sebuah ajang lelang aset negara dari mobil mewah berkelas, tas rancangan desainer dunia milik Harvey Moies. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, gelar sebuah ajang lelang aset negara dari mobil mewah berkelas, tas rancangan desainer dunia milik Harvey Moies
  • Pada perhelatan tahun ini, pihak kejaksaan memboyong sedikitnya 308 aset yang terbagi dalam 245 lot lelang
  • Area perhiasan juga dipadati koleksi dari merek kenamaan layaknya Tiffany & Co, Felice Jewellery, hingga lini lokal Sandra Dewi Gold

 

TRIBUNSTYLE.COM - Pemandangan tak biasa menghiasi pelataran Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI. Deretan mobil mewah berkelas, tas rancangan desainer dunia, hingga kilau perhiasan bernilai fantastis tampak berjejer rapi. Suasana glamor ini menjadi magnet utama dalam gelaran BPA Fair 2026, sebuah ajang lelang aset negara yang diinisiasi oleh Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI.

Pada perhelatan tahun ini, pihak kejaksaan memboyong sedikitnya 308 aset yang terbagi dalam 245 lot lelang. Targetnya pun cukup optimis, yakni 75 persen dari seluruh barang sitaan tersebut dapat dilepas ke pasar. Melalui skema lelang terbuka seperti ini, aset-aset hasil sitaan diharapkan mampu memberikan kontribusi balik yang maksimal bagi kas negara lewat mekanisme yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Berburu Aset Premium Menjelang Siang

Pantauan di lokasi pada pagi hari sekitar pukul 10.30 WIB memperlihatkan suasana pameran yang masih cenderung lengang. Lorong-lorong di area utama belum padat oleh hilir mudik orang, sementara para petugas stan sibuk melakukan persiapan akhir demi menyambut para calon pembeli.

Namun, atmosfer berubah drastis saat jarum jam menyentuh angka 11.00 WIB. Gelombang pengunjung mulai membanjiri lokasi pameran. Menariknya, mayoritas dari mereka langsung melangkah pasti menuju zona premium asset.

Lonjakan arus pengunjung ini sebenarnya sudah diprediksi lewat data calon pembeli potensial (potential buyer) yang dikantongi pihak BPA. Berdasarkan sistem digital mereka, situs resmi BPA Fair 2026 telah mencatatkan 104.200 kali kunjungan web. Dari angka tersebut, sebanyak 3.400 orang tercatat sebagai visitor fisik, sekitar 100 orang mendaftarkan akun lelang baru, dan ada 400 peserta yang sudah bergerak cepat menyetorkan uang jaminan lelang.

Kepala BPA, Dr. Kuntadi, S.H., M.H., memandang antusiasme tinggi ini sebagai sinyal positif. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat mencerminkan adanya peningkatan kesadaran publik terhadap urgensi program pemulihan aset negara.

“Kepada seluruh peserta lelang dan masyarakat yang hadir, partisipasi yang diberikan merupakan kontribusi nyata bagi negara,” ujar Kuntadi saat memberikan sambutan dalam pembukaan BPA Fair 2026.

“Karena semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak aset yang akan terjual dan semakin besar manfaat yang dikembalikan kepada negara,” tambahnya lagi.

Baca juga: Sandra Dewi Cabut Gugatan Keberatan, Ikhlas 88 Tas dan Rp 33 M Disita, Terungkap Nasib Harvey Moeis

Pesona Ruang Kaca: Koleksi Bermerek yang Mencuri Perhatian

Dari sekian banyak zona pameran, ada satu ruangan kaca khusus yang terus menjadi pusat perhatian utama pengunjung. Di dalam ruang kedap tersebut, atmosfer kemewahan begitu pekat terasa. Tas-tas jinjing dari rumah mode papan atas global seperti Hermes, Chanel, Gucci, hingga Louis Vuitton terpajang anggun di dalam etalase kaca.

Beberapa koleksi bahkan masuk dalam lini ultra-rare atau barang langka yang diburu para kolektor fesyen. Salah satunya yang paling memikat mata adalah seri Louis Vuitton Grace Coddington Twist MM. Tepat di bagian tengah ruangan, sebuah etalase tertutup lainnya mengunci kilau perhiasan emas, batu berlian, hingga batang logam mulia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas di lapangan, mayoritas koleksi fesyen premium serta perhiasan mewah tersebut merupakan aset rampasan negara dari kasus hukum yang menyeret nama Harvey Moeis. Sementara itu, untuk komoditas logam mulia didapatkan dari tangan tersangka kasus lainnya.

Demi menjaga keamanan dan kondisi barang, pengunjung dilarang keras menyentuh langsung aset yang dipamerkan. Kendati demikian, petugas berseragam disiagakan di setiap sudut ruangan untuk memberikan edukasi seputar spesifikasi dan kondisi riil barang. Jika ada calon pembeli yang menaruh minat serius pada item tertentu, petugas dengan senang hati akan membantu membukakan tas agar detail bagian dalamnya bisa dicermati lebih dekat.

Salah satu barang yang paling sering ditanyakan dan difoto adalah tas Chanel Classic Double Flap Bag Medium berkelir hitam. Tas mewah ini dipatok dengan harga limit awal sebesar Rp 67.238.000, dengan prasyarat uang jaminan kepesertaan senilai Rp 14.000.000. Koleksi Chanel serupa juga tersedia dalam palet warna yang sangat variatif mulai dari navy, abu-abu, cokelat, beige, biru elektrik, merah muda, hingga putih bersih tentunya dengan nilai limit yang berbeda-beda tergantung kondisi fisik.

Menurut penuturan Mely, salah satu staf penjaga stan pameran, nominal harga limit yang dipasang tidak ditentukan secara sembarangan, melainkan lewat kurasi yang amat ketat.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Tags:
Sandra DewiHarvey MoeisKejagunglelangChanelemas
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved