Breaking News:

VIRAL Wisata di Puncak Bogor, 2 Mie Rebus Telur Rp 54 Ribu, 6 Teh Rp 90 Ribu, Bukti Notanya Beredar

Viral jajan di sebuah kedai di Puncak Bogor, pengunjung syok bayar 2 mie rebus pakai telur Rp 54 ribu hingga 6 teh hangat Rp 90 ribu.

Editor: Monalisa
Istimewa
Viral tarif makanan di Puncak, Bogor dinilai tak wajar 

Mengutip Tribun Jogja, oknum pedagang yang membanderol harga pecel lele mahal tersebut adalah pedagang baru.

Ketua Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan (FKKP), Adi Kusuma, mengatakan pedagang tersebut belum masuk dalam paguyubannya.

"Perihal video viral yang menyangkut PKL pecel lele yang ada di perwakilan, kami menyatakan bahwa memang sudah kami temukan oknum PKL tersebut."

"Tetapi saya nyatakan oknum tersebut belum masuk dalam paguyuban kami, karena oknum tersebut ternyata adalah pemilik baru dari pemilik lama yang baru dialihkan," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Jogja, Kamis (27/5/2021).

Tangkapan layar video wisatawan yang komplain dengan harga pecel lele di Malioboro
Tangkapan layar video wisatawan yang komplain dengan harga pecel lele di Malioboro (Instagram @cetul.22)

Pedagang itu, lanjut Adi, baru berjualan sekitar dua bulan lalu.

Ia meneruskan tempat pemilik lama yang tak sanggup melanjutkan usahanya karena terdampak pandemi Covid-19.Adi mengungkapkan, si pedagang tak tahu adanya paguyuban.

Si pedagang juga tak berkoordinasi setelah pengambilalihan manajemen tempat makan itu.

Ia pun dikenai sanksi dan mendapat pembinaan dari FKKP.

"Agar tidak terulang lagi kejadian serupa, kami dalam waktu dekat akan melakukan pendataan ulang di wilayah tersebut dan kami akan adakan penyuluhan ketertiban untuk semua PKL yang ada di Perwakilan," pungkasnya.

Imbas Viralnya Harga Pecel Lele Mahal di Kawasan Malioboro

Tiga tempat usaha di Jalan Perwakilan, Yogyakarta, ditutup sementara setelah video soal harga pecel lele mahal viral di media sosial.

Ketiga tempat itu terindikasi melakukan pelanggaran, yakni mematok harga secara tak wajar dan menerapkan cara berjualan yang menjebak.

"(Pesan) pecel lele kok cuma dikasih lele thok (saja), itu nggak boleh lagi."

Jalan Malioboro, Yogyakarta.
Jalan Malioboro, Yogyakarta. (KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)

"Kalau pecel lele ya komplit," tegas Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, usai meninjau pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro, Sabtu (29/5/2021), dilansir Tribun Jogja.

Heroe menambahkan, sanksi terberat pada para pedagang yang melanggar adalah penutupan tempat usaha secara permanen.

Pasalnya, kata Heroe, berjualan dengan cara menjebak berpotensi membuat nama Malioboro menjadi jelek.

"Ini sudah kesepakatan kita semua kalau ada yang melanggar dan ada yang membuat Malioboro tidak baik di mata orang ya kena sanksi," ujarnya.

Kronologi Viralnya Harga Pecel Lele Mahal di Kawasan Malioboro

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial curhatan netizen soal pedagang kaki lima 'nuthuk' atau menaikkan harga di luar batas.

Dia menyatakan, kejadian itu terjadi di Malioboro.

Unggahan tersebut menyebar begitu cepat di berbagai medsos, mulai Twitter, Facebook, dan Instagram.

Bahkan, pada Rabu (26/5/2021) siang, keyword Malioboro menjadi trending topik Twitter tanah air, sekaligus menampar jargon kota pariwisata.

Dalam konten itu, akun Tiktok bernama @aulroket secara gamblang mengeluhkan mahalnya harga pecel lele, yang dibanderol hingga Rp37 ribu.

Dengan rincian, Rp20 ribu untuk seporsi lele, Rp7 ribu nasi putih, serta Rp10 ribu untuk lalapan di sebuah warung lesehan.

"Gua nggak mau nyebut lah, pokoknya di deretan ini, kenapa kapitalis banget, hallo?"

"Jadi, buat kalian, viewer gue orang Yogya, coba kasih tau, kenapa makan di daerah sini tuh harganya suka tak sesuai," ujarnya, dikutip dari Tribunnews.com dengan judul Kabar Terbaru Video Viral Pecel Lele Malioboro, Pelakunya Ternyata Pedagang Baru dan Dijatuhi Sanksi.

#PuncakBogor #nota

Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved