Mengenal Hari Bumi Sedunia, Diperingati Setiap 22 April, Ini Sejarah dan Makna Earth Day
Inilah sejarah dan makna Hari Bumi Sedunia atau Earth Day. Diperingati setiap 22 April.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Ika Putri Bramasti
Polusi udara secara umum diterima sebagai bau kemakmuran.
Kemudian, pada 1962, buku Rachel Carson, Silent Spring, terbit dan menjadi New York Times bestseller.
Buku tersebut mewakili momen di mana kesadaran dan kepedulian publik terhadap organisme hidup, lingkungan, dan hubungan yang tak terpisahkan antara polusi dan kesehatan masyarakat meningkat.
Senator Gaylord Nelson, seorang senator junior dari Wisconsin, telah lama mengkhawatirkan lingkungan yang memburuk di Amerika Serikat.
Kemudian pada Januari 1969, dia dan banyak orang lainnya menyaksikan kerusakan akibat tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.
Terinspirasi oleh gerakan mahasiswa anti-perang, Senator Nelson ingin menanamkan energi protes antiperang mahasiswa dengan kesadaran publik yang muncul tentang polusi udara dan air.
Senator Nelson mengumumkan gagasan untuk mengajar di kampus-kampus kepada media nasional, dan membujuk Pete McCloskey, seorang Anggota Kongres Partai Republik yang berpikiran konservasi, untuk menjadi wakil ketua.
Mereka merekrut Denis Hayes, seorang aktivis muda, untuk mengatur pengajaran kampus dan mereka memilih 22 April, hari kerja antara Libur Musim Semi dan Ujian Akhir, untuk memaksimalkan partisipasi siswa terbesar.
Mereka pun menamai peringatan itu sebagai Hari Bumi atau Erath Day, yang segera menarik perhatian media nasional, menuebar ke seluruh negeri.
Menyebar dan Menjadi Global
Mendekati tahun 1990, sekelompok pemimpin lingkungan mendekati Denis Hayes untuk sekali lagi mengatur kampanye besar lainnya untuk planet ini.
Kali ini, Hari Bumi menjadi global, memobilisasi 200 juta orang di 141 negara dan mengangkat masalah lingkungan ke panggung dunia.
Hari Bumi 1990 memberikan dorongan besar bagi upaya daur ulang di seluruh dunia dan membantu membuka jalan bagi KTT Bumi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1992 di Rio de Janeiro.
Ini juga mendorong Presiden Bill Clinton untuk memberi Senator Nelson Presidential Medal of Freedom, penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga sipil di Amerika Serikat, untuk perannya sebagai pendiri Hari Bumi.
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-bumi_20171108_233311.jpg)