Breaking News:

Mengenal Hari Bumi Sedunia, Diperingati Setiap 22 April, Ini Sejarah dan Makna Earth Day

Inilah sejarah dan makna Hari Bumi Sedunia atau Earth Day. Diperingati setiap 22 April.

Tayang:
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Ika Putri Bramasti
Istimewa.
Ilustrasi bumi. 

Reporter: Gigih Panggayuh

TRIBUNSTYLE.COM - Inilah sejarah dan makna Hari Bumi Sedunia atau Earth Day. Pertama kalinya diperingati adalah sejak tahun 1970.

Pada tanggal 22 April, setiap tahun, diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia.

Sejumlah orang dan lembaga, mengucapkan selamat dengan membagikan kata-kata ucapan lewat media sosial.

"Jadikan bumi kita tak hanya indah, ayo pulihkan Bumi kita dan ciptakan tempat tang paling nyaman tanpa polusi.

Selamat Hari Bumi Tahun 2021," tulis akun Twitter resmi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Adapun tema Hari Bumi Sedunia 2021 adalah 'Restore Our Earth' atau Pulihkan Bumi Kita.

Baca juga: Angkat Isu Sampah, Film Dokumenter Pulau Plastik Tayang di Bioskop 22 April 2021, Simak Trailer-nya

Baca juga: 7 Fenomena Aneh yang Pernah Terjadi di Planet Bumi Ini, Takjub dan Merinding

Hari Bumi Sedunia.
Hari Bumi Sedunia. (earthday.org)

Google pun turut merayakan Eart Day melalui Google Doodle di halaman mesin pencariannya.

Adapun Google Doodle hari ini berupa video yang menampilkan aktivitas menanam pohon.

Lantas, apa sebenarnya maksud diadakannya Hari Bumi Sedunia?

Sejarah dan Asal-Usul Hari Bumi

Peringatan Hari Bumi pertama kali dilakukan pada tahun 1970 silam.

Melansir laman earthday.org, hal itu menandai gerakan lingkunga modern.

Hari Bumi 1970 menyuarakan kesadaran publik yang muncul tentang keadaan planet kita.

Dalam beberapa dekade menjelang Hari Bumi pertama, orang Amerika mengonsumsi gas bertimbal dalam jumlah besar melalui mobil yang sangat besar dan tidak efisien.

Polusi udara secara umum diterima sebagai bau kemakmuran.

Kemudian, pada 1962, buku Rachel Carson, Silent Spring, terbit dan menjadi New York Times bestseller.

Buku tersebut mewakili momen di mana kesadaran dan kepedulian publik terhadap organisme hidup, lingkungan, dan hubungan yang tak terpisahkan antara polusi dan kesehatan masyarakat meningkat.

Senator Gaylord Nelson, seorang senator junior dari Wisconsin, telah lama mengkhawatirkan lingkungan yang memburuk di Amerika Serikat.

Kemudian pada Januari 1969, dia dan banyak orang lainnya menyaksikan kerusakan akibat tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.

Terinspirasi oleh gerakan mahasiswa anti-perang, Senator Nelson ingin menanamkan energi protes antiperang mahasiswa dengan kesadaran publik yang muncul tentang polusi udara dan air.

Ilustrasi pohon.
Ilustrasi pohon. (Unsplash @davidvig)

Senator Nelson mengumumkan gagasan untuk mengajar di kampus-kampus kepada media nasional, dan membujuk Pete McCloskey, seorang Anggota Kongres Partai Republik yang berpikiran konservasi, untuk menjadi wakil ketua.

Mereka merekrut Denis Hayes, seorang aktivis muda, untuk mengatur pengajaran kampus dan mereka memilih 22 April, hari kerja antara Libur Musim Semi dan Ujian Akhir, untuk memaksimalkan partisipasi siswa terbesar.

Mereka pun menamai peringatan itu sebagai Hari Bumi atau Erath Day, yang segera menarik perhatian media nasional, menuebar ke seluruh negeri.

Menyebar dan Menjadi Global

Mendekati tahun 1990, sekelompok pemimpin lingkungan mendekati Denis Hayes untuk sekali lagi mengatur kampanye besar lainnya untuk planet ini.

Kali ini, Hari Bumi menjadi global, memobilisasi 200 juta orang di 141 negara dan mengangkat masalah lingkungan ke panggung dunia.

Hari Bumi 1990 memberikan dorongan besar bagi upaya daur ulang di seluruh dunia dan membantu membuka jalan bagi KTT Bumi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1992 di Rio de Janeiro.

Ini juga mendorong Presiden Bill Clinton untuk memberi Senator Nelson Presidential Medal of Freedom, penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga sipil di Amerika Serikat, untuk perannya sebagai pendiri Hari Bumi.

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

#HariBumiSedunia #Sejarah

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Earth DayHari Bumi SeduniaGigih PanggayuhGoogle Doodle
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved