Ratusan Juta Data Facebook Bocor di Telegram, Nomor HP Dijual Rp 280 Ribu, Termasuk Indonesia?
Ratusan juta data Facebook bocor, nomor HP dan ID Facebook dijual seharga Rp 280 ribu di telegram, termasuk pengguna di Indonesia?
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Dhimas Yanuar
Penulis: Dhimas Yanuar
TRIBUNSTYLE.COM - Ratusan juta data Facebook bocor, nomor HP dan ID Facebook dijual seharga Rp 280 ribu di telegram, termasuk pengguna di Indonesia?
Facebook kembali menuai permasalahan dengan data privasi pengguna.
Sebelumnya Facebook dan anak perusahaannya mendapatkan masalah tentang penggunaan WhatsApp.
Dan kali ini data Facebook disebut kembali bocor di Internet.
Dilansir dari Kompas.com pada Rabu(27/1/2021), sebanyak 533 juta data pengguna Facebook, seperti user ID dan nomor telepon (HP) diperjualbelikan secara ilegal oleh hacker.
Disebutkan bahwa hacker tersebut memanfaatkan bot di aplikasi pesan instan Telegram.
Baca juga: Kominfo Minta Pertanggungjawaban WhatsApp Terkait Kebijakan Privasi Baru Berbagi Data ke Facebook
Baca juga: Pengguna Kian Melonjak, Signal Luncurkan Fitur-fitur Baru, WhatsApp Makin Tersaingi?
Dan hacker tersebut belum terdeteksi hingga sekarang.
Kasus ini pertama kali diungkap oleh Alon Gal, Chief Technical Officer pada perusahaan keamanan siber Hudson Rock.
Menurut Gal, ini adalah imbas dari kebocoran data Facebook yang terjadi pada Agustus 2019 lalu.
Gal turut memaparkan bahwa sang hacker memanfaatkan bot yang tersedia pada aplikasi Telegram.
Bot ini memungkinkan seseorang mengetahui user ID pengguna Facebook, apabila mereka sudah mempunyai nomor telepon pengguna yang dicari.
Sebaliknya, apabila calon pembeli sudah memiliki user ID Facebook seseorang, maka bot akan mencari nomor telepon pengguna yang bersangkutan.
Agar bisa mengakses data ini, peminat diminta membeli kredit.
Satu kredit diperlukan untuk setiap satu nomor telepon atau identitas pengguna Facebook yang ingin diakses.
Baca juga: Antisipasi Berita Palsu atau Hoax, Twitter Luncurkan Birdwatch untuk Lawan Misinformasi
Baca juga: 5 Selebriti Edit Foto Semula Cowok Jadi Cewek Pakai FaceApp, Ivan Gunawan Disebut Mirip Aurel
Ada pun harga yang dipatok untuk satu kredit adalah 20 dollar AS (sekitar Rp 282.000).
Sang hacker turut menawarkan pembelian dalam jumlah banyak, yakni sebesar 5.000 dollar AS (sekitar Rp 70,5 juta) untuk setiap 1.000 kredit yang dijual.
Dihimpun KompasTekno dari Motherboard, Rabu (27/1/2021), bot ini diklaim telah menampung ratusan juta data pengguna yang tersebar di berbagai negara.
Dan kemungkinan besar data nomor HP itu berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia. serta puluhan negara lainnya.
Namun belum diketahui apakah nomor pengguna di Indonesia juga bocor.
Meski disebut kebanyakan nomor telepon yang bocor berasal dari kebocoran data Facebook pada 2019 lalu, namun kasus ini tetap mengancam risiko pengguna.
Sebab, tidak banyak orang yang rutin mengganti nomor pribadi mereka.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah bot yang dimaksud telah dihapus oleh pihak Telegram atau belum.
Namun apabila bot tersebut telah dihapus, ironisnya para hacker masih bisa mengakses data-data tersebut melalui internet.
--
Terbitkan kebijakan privasi baru, perwakilan WhatsApp dipanggil Kominfo.
Sebelumnya diketahui aplikasi pesan instan WhatsApp punya kebijakan baru pada 2021.
Aturan itu rencananya akan berlaku efektif pada 8 Februari 2021.
Namun ada yang jadi polemik lantaran aturan yang "memaksa" pengguna setuju data-data mereka diteruskan ke Facebook.
Sebagaimana diketahui WhatsApp akan meneruskan data pengguna ke Facebook sebagai perusahaan induk.
Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate mengimbau masyarakat agar semakin berhati-hati.
Terlebih dalam menggunakan media sosial, dengan selalu membaca kebijakan privasi sebelum menggunakan layanan.
Baca juga: Fakta-fakta Penyebaran Video Mirip Gisel & Jedar, Polisi Duga Pelaku Masih Remaja & Bantuan Kominfo
Baca juga: Ini Alasan Kenapa Ponsel Ilegal BM Masih Bisa Dipakai Setelah Ada Pemblokiran dari Kominfo
Sebab di dalam kebijakan privasi tersebut tak jarang akan meminta akses ke data pribadi pengguna.
"Ada berbagai platform media sosial yang tersedia."
"Kominfo meminta masyarakat untuk semakin waspada dan bijak dalam menentukan media sosial"
"Yang mampu memberi perlindungan data pribadi dan privasi secara optimal," ujar Johnny dikutip dari KompasTekno (12/1/2021).
Hal ini diperlukan agar masyarakat terhindar dari penyalahgunaan dan penggunaan data pribadi yang tidak sesuai aturan.
Kementerian Kominfo pun telah memanggil pihak Facebook dan WhatsApp regional Asia Pasifik terkait hal ini.
Johnny meminta pihak WhatsApp harus transparan terkait kebijakan baru yang berlaku.
Terkait pemanggilan pihak WhatsApp oleh Kominfo, ada beberapa point yang disampaikan.
Baca juga: BERSIAP Adopsi Teknologi 5G, Kominfo Berikan Syarat Khusus Bagi Provider Telekomunikasi
Baca juga: SITUS Bola Informatif LiveScore Diblokir di Indonesia, Simak Penjelasan Kominfo
Antara lain WhatsApp dapat membeberkan apa saja jenis-jenis data pribadi yang dikumpulkan.
Selain itu juga harus terbuka soal data mana yang diproses oleh WhatsApp, dan dibagikan kepada pihak ketiga.
WhatsApp diwajibkan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait tujuan dari pemrosesan data pribadi tersebut.
Selain itu juga wajib memberikan jaminan akuntabilitas pihak-pihak yang menggunakan data pribadi.
WhatsApp juga diminta agar lebih patuh terhadap hukum yang mengatur perlindungan data pribadi di Indonesia.
Sebelumnya, WhatsApp mulai memberikan pemberitahuan kebijakan baru ini kepada para pengguna.
WhatsApp akan meneruskan informasi pengguna yang bersifat pribadi seperti lokasi, alamat IP perangkat, dan daftar kontak.
Bahkan, sejumlah data mengenai perangkat milik pengguna juga dikumpulkan.
Seperti level baterai, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan seluler.
Serta informasi koneksi termasuk nomor telepon, operator seluler atau ISP. (TribunStyle.com/Candra)
Baca juga: Fakta-fakta Penyebaran Video Mirip Gisel & Jedar, Polisi Duga Pelaku Masih Remaja & Bantuan Kominfo
Baca juga: Ini Alasan Kenapa Ponsel Ilegal BM Masih Bisa Dipakai Setelah Ada Pemblokiran dari Kominfo
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nomor Ponsel Pengguna Facebook Dijual Rp 280.000 di Telegram"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/facebook_20161026_190426.jpg)