Jakob Oetama Meninggal Dunia
Perjalanan Karier Jakob Oetama, dari Seorang Guru hingga Perjuangannya Besarkan Kompas Gramedia
Perjuangan Jakob Oetama besarkan Kompas Gramedia. Lika-liku kariernya mulai dari seorang guru hingga menjadi pendiri jaringan media.
Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Jakob mengurusi editorial, sedangkan Ojong di bidang bisnis.
Namun kemudian situasi menjadi tidak mudah bagi Jakob.
PK Ojong meninggal dunia setelah 15 tahun membangun Kompas.
Ojong meninggal mendadak dalam tidurnya tahun 1980.
Kepergian Ojong membuat Jakob sendirian memikul Kompas di pundaknya.
Selama bekerja bersama PK Ojong ia berkonsentrasi mengurusi bidang redaksional, kini Jakob juga "dipaksa" mengurusi aspek bisnis.
Kenang Jakob dengan rendah hati,"Saya harus tahu bisnis. Dengan rendah hati, saya akui pengetahuan saya soal manajemen bisnis, nol! Tapi saya merasa ada modal, bisa ngemong! Kelebihan saya adalah saya tahu diri tidak tahu bisnis.”
Kerendahan hati bahwa ia tak tahu bisnis itulah yang kemudian mengembangkan Grup Kompas Gramedia menjadi sebesar sekarang.
Kerendahan hati tersebut juga yang membuat Jakob tidak merasa jumawa atas apa yang telah dicapainya.
Ia tidak pernah merasa kaya di antara orang miskin, juga tidak merasa miskin di antara orang kaya.
Jejak Karier Jakob Oetama
Jejak karier seorang pendiri Kompas Gramedia ini rupanya dimulai dengan menjadi seorang guru SMP.
Jacob Oetama lahir disebuah desa bernama Desa Jowahan, 500 meter sebelah timur dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 27 September 1931.
Pendiri Kompas Gramedia ini merupakan putra pertama dari 13 bersaudara.
Ayahnya bernama Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo seorang pensiunan guru Sekolah Rakyat di Sleman, Yogyakarta dan ibunya bernama Margaretha Kartonah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/jakob-oetama-pendiri-kompas-gramedia-1.jpg)