Edo Kondologit Geram Adik Ipar Tewas di Penjara Ada Luka Lebam & Tembak, Polisi Ungkap Rekaman CCTV
Aktor Edo Kondologit geram adik iparnya tewas dengan luka lebam dan 2 tembakan saat berada di tahanan. Polisi lantas ungkap CCTV di sel.
Editor: Monalisa
TRIBUNSTYLE.COM - Hingga kini aktor sekaligus penyanyi Edo Kondologit masih menutut keadilan atas kematian adik iparnya George Karel Rumbino alias Riko.
Edo Kondologit mengaku geram melihat jenazah adik iparnya Riko penuh dengan luka lebam.
Ia tak menyangka baru beberapa jam berada di dalam penjara, kini Riko dinyatakan meninggal dunia dengan tubuh penuh luka.
Tak ingin dipersalahkan Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan langsung mengungkap rekaman CCTV sesaat sebelum adik ipar Edo Kondologit meninggal dunia.
Mengutip dari Tribunnews.com, Edo mengaku pihak keluarga sudah kooperatif menyerahkan Riko ke pihak kepolisian.
Sebelumnya Riko ditangkap polisi lantaran diduga menjadi pelaku tindak pencurian, pembunuhan dan pemerkosaan tetangganya.
• 5 Fakta Perjalanan Kasus Pelawak Nurul Qomar: Pemalsuan Ijazah S2, S3 Hingga Divonis Penjara 1 Tahun
• POTRET TERBARU Lidya Pratiwi Setelah Bebas Penjara, Tampil Simple dan Fresh, Kini Minta Doa

Keluarga mempersilahkan polisi memproses hukum Riko jika memang terbukti bersalah.
Namun bukan keadilan yang didapat, keluarga justru syok mendapat kabar Riko meninggal dalam tahanan dengan kondisi memilukan.
"Maksudnya silahkan diproses aja kalau memang bersalah bukan dianiaya," tutur Edo Kondologit kepada Tribunnews.com, Senin (31/8/2020).
Edo Kondologogit mendapati adik iparnya itu meninggal dalam kondisi banyak luka lebam dan dua luka tembakan di kaki kanan dan kiri.
"Diinterogasi secara tidak beradab, biadab dan secara kekerasan, ditembak dua kaki, tangan dua-duanya diborgol, ini kan yang mengusik rasa keadilan kita," ungkapnya.
Kepada pihak keluarga polisi mengatakan jika Riko berulang kali melakukan tindakan melarikan diri.
• 4 Fakta Chadwick Boseman Meninggal Dunia, Derita Kanker Usus hingga Kenangan Para Artis Avengers
Namun, Edo merasa itu tak masuk akal dan tak membenarkan tindakan polisi yang membuat iparnya meninggal.
"Mereka beralasan melarikan diri, itu melarikan diri bagaimana?
Itu dia masih dalam tahanan Polres ko, mereka seharusnya gak bisa bertindak seenaknya seperti itu," jelasnya.