Virus Corona
BUKANNYA REDA, Covid-19 Diprediksi WHO Merajalela 2 Kali Lipat di Bulan September, Ini Kalkulasinya
Penularan virus corona tampaknya belum menunjukkan penurunan di dunia, bahkan diprediksi akan mencapai 2 kali lipat beberapa bulan ke depan.
Penulis: Candra isriadhi
Editor: Agung Budi Santoso
TRIBUNSTYLE.COM - Belum juga menemui puncak pandemi di Indonesia, kasus virus corona di dunia diprediksi akan meningkat dua kali lipat.
Hal itu seperti diprediksi oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia) bahwa kasus corona akan meningkat pada bulan September tahun 2020.
Sebagai organisasi kesehatan dunia, WHO berujar angka penularan virus corona belum bisa dikatakan melambat hinga sekarang.
Bahkan WHO mengatakan kasus penularan virus corona akan mencapai 20 juta orang di bulan September.
Perlu diketahui saat ini setidaknya lebih dari 10 juta orang di dunia tertular virus corona.
Sejak pertama ditemukan pada enam bulan lalu di kota Wuhan di Tiongkok, kini virus corona sudah menyebar ke seluruh dunia.
• Viral Kondisi Kelas Sekolah Setelah 3 Bulan Tak Dipakai Karena Corona, Laci Meja Jadi Sarang Ular
• DIRONGRONG Corona Hingga Terancam Maut, Anak Ini Malah Relakan Sel Induk Demi Selamatkan Nyawa Kakak
Kini diketahui pandemi virus corona sudah dilaporkan terjadi di 210 negara dan kawasan kecuali kutub selatan yakni antartika.
Dan kabar terbaru menyebutkan bahwa virus corona sudah menyebabkan kematian lebih dari 500 ribu jiwa dari seluruh dunia.
Virus corona ini awalnya menyebar setelah Tiongkok melaporkan ke WHO pada 31 Desember 2019 soal radang paru-paru yang tak biasa di Wuhan.
Sejak saat itu virus corona menyebar dari Tiongkok ke seluruh dunia hingga sekarang ini.
Di Indonesia kasus virus corona sudah tembus angka 55.000 dan diyakini akan terus bertambah.
Dengan fakta seperti itu WHO memprediksi bahwa kasus corona di dunia akan capai dua kali lipat di bulan September 2020.
Berikut ini adalah fakta mengenai virus corona dari seluruh dunia seperti dirangkum dari berbagai sumber (1/7/2020).
- Pergeseran Penyebaran Virus
Penyebaran virus corona awalnya terjadi di negara maju dari berbagai benua seperti di Eropa dan Amerika Utara.
Namun, kini lokasi penyebaran virus corona di dunia mulai bergeser.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/dirjen-who-tedros-adhanom-ghebreyesus.jpg)