Breaking News:

Virus Corona

GEGARA Corona PHK Merajalela, Perusahaan Bangkrut, Tapi Pasutri Ini Kaya Mendadak, Lihat Rahasianya

Pandemi virus corona disebut bikin ekonomi carut-marut, pasangan suami istri ini malah jadi orang terkaya baru.

Tayang:
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Agung Budi Santoso
Kolase TribunStyle (Pixabay)
Ilustrasi pasangan suami istri miliarder. 

TRIBUNSTYLE.COM - Pandemi virus corona disebut bikin ekonomi carut-marut, pasangan suami istri ini malah jadi orang terkaya baru.

Seperti diketahui, badai pandemi Covid-19 tentu berdampak pada perekonomian banyak orang.

Ketika banyak orang kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan, justru ada beberapa orang yang mengalami peningkatan penghasilan.

Salah satunya adalah pasangan suami istri yang didapuk sebagai miliarder baru di China ini.

Mereka adalah pasangan Zhang Baoquan dan Wu Yanfang.

Pasangan suami istri ini adalah dewan direksi dari perusahaan pengembang perangkat lunak, Linkage.

SELAMAT DATANG New Normal, Siap-siap Syok dengan 5 Perubahan Ini, Termasuk Saat Makan di Resto

Pandemi Virus Corona Belum Berakhir, Ini 8 Peluang Usaha Menjanjikan di Tengah Wabah Covid-19

Zhang Baoquan dan Wu Yanfang.
Zhang Baoquan dan Wu Yanfang. (Kolase TribunStyle (china.org.cn))

Dikutip dari Forbes, Linkage mengalami pertumbuhan hingga 18,6 persen di Bursa Efek Shanghai pada Rabu (13/5/2020).

Hal ini membuat keuntungan perusahaan naik hingga 300 persen hanya dalam kurun waktu tiga hari sejak pertama terdaftar pada Senin (11/5/2020).

Kapitalisasi pasar Linkage pada Rabu lalu mencapai sekitar 19,4 miliar yuan atau setara 2,8 miliar dolar AS, yang merupakan gabungan dari 36,5 persen saham senilai 1 miliar dolar AS milik Zhang Baoquan dan Wu Yanfang.

Sukses di Jepang

Lebih dari 80% pendapatan Linkage sebesar 597 juta yuan tahun lalu berasal dari Jepang.

Zhang tinggal di sana pada dekade hingga 2002, dan Wu adalah lulusan Japan's Seikei University.

Menurut situs Linkage, pelanggan mereka adalah NRI, Canon, Toshiba, dan Fujitsu.

Berkantor pusat di kota Suzhou, Cina timur, Linkage kini memiliki kapitalisasi pasar yang setara dengan 129 kali lipat laba bersihnya pada 2019 lalu, yakni sebesar 150 juta yuan.

Ilustrasi miliarder.
Ilustrasi miliarder. (Pixabay)

Sukses di Bidang Teknologi

China memang terus menerus mencetak miliarder-miliarder baru di bidang teknologi.

Sebagai informasi, 3 dari 5 orang terkaya di China saat ini berasal dari bidang teknologi.

Mereka adalah Pony Ma dari Tencent, Jack Ma dari Alibaba, dan Clin Huang sebagai CEO Pinduoduo.

Selain Linkage di China, ada pula perusahaan teknologi di Amerika Serikat yang mengalami kenaikan saham hingga 23 persen, yakni Datadog.

Muncullah dua miliarder baru dari perusahaan ini, yakni CEO Datadog, Oliver Pomel, dan Presiden Datadog, Alexis Le-Quoc.

Mereka masing-masing memiliki kekayaan yang mencapai 1,6 miliar dolar AS.

Olivier Pomel mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian Datadog di kuartal pertama.

"Krisis pandemi Covid-19 telah menunjukan kebutuhan digital, menggarisbawahi pentingnya pengamatan akan cloud environment, dan menegaskan kembali peluang jangka panjang untuk Datadog," ujarnya seperti dikutip dari Forbes, Kamis (14/5/2020).

Imbas Corona Juga Menjadikan Miliarder di Singapura Bertambah Kaya

Bulan lalu, diberitakan pula kekayaan miliarder Singapura meningkat karena imbas dari virus corona.

Dilansir dari South China Morning Post, pria terkaya di Singapura itu meraup lebih dari 1 miliar dolar AS per bulan tahun ini.

Harga saham perusahaan perangkat medisnya itu pun melonjak hampir 50 persen di tengah pandemi virus corona ini.

Berdasarkan data dari Bloomberg, kekayaannya meningkat sebanyak 4,3 miliar dolar AS tahun ini.

Dengan demikian total kekayaannya menjadi 13,5 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 207 triliun.

 

Ventilator yang diproduksi Mindray.
Ventilator yang diproduksi Mindray. (SCMP/Xinhua)

Rata-rata dalam sehari, Li Xiting mampu meraup sekitar 37,7 juta dolar AS.

Jika dirupiahkan, berarti senilai Rp 587 miliar ia dapatkan setiap 24 jam.

Mindray kebanjiran orderan peralatan medis sejak pandemi virus corona menyebar ke seluruh dunia dan membuat jutaan orang sakit.

"Pesanan produk kami meningkat tajam pada bukan Maret," kata Mindray kepada SCMP.

Peralatan medis tersebut antara lain adalah ventilator, perangkat pencitraan, dan alat memonitor pasien.

Seperti diketahui, ventilator merupakan alat yang penting dalam perawatan pasien Covid-19.

"Kami menerima pesanan dari 100 negara untuk perangkat medis kami dalam rangka memerangi epidemi," ungkap pihak Mindray.

Pesanan tersebut diterima Mindray untuk hampir 10.000 set peralatan medis.

Li Xiting
Li Xiting (ImagineChina via Forbes)

Sekilas tentang Li Xiting

Li Xiting sempat masuk ke dunia akademisi dan belajar fisika dengan spesialisasi cryogenics.

Pria kelahiran Anhui, China, ini sempat bekerja di peralatan medis.

Sementara perusahaan besutannya, Mindray Medical International Limited, ia dirikan pada tahun 1991.

Li telah menjadi warga negara Singapura sejak 2018 lalu dan akhirnya didapuk menjadi orang terkaya di negara tersebut.

Kekayaannya melejit setelah sukses dengan bisnisnya menjual peralatan medis di tengah pandemi, termasuk ventilator.

Ilustrasi pasien dengan ventilator.
Ilustrasi pasien dengan ventilator. (Pixabay)

(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

Berdamai dengan Covid-19, Ini Aturan New Normal yang Wajib Dipatuhi Perusahaan di Tempat Kerja

Inilah Berbagai Indikator Kesiapan Suatu Daerah untuk Menerapkan New Normal Terkait Covid-19

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
virus coronaCovid-19pasutri
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved