Ramadhan 2020
STOP! Hentikan Kebiasaan Tidur Setelah Makan Sahur, 5 Penyakit Ini Mengintai, Ada yang Mematikan
Sehabis makan jangan langsung tidur. Ini 5 penyakit yang mengintai orang saat puasa Ramadhan, habis sahur langsung tidur.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Agung Budi Santoso
TRIBUNSTYLE.COM - Pada bulan Ramadhan, umat muslim yang berpuasa biasanya menyantap sahur dini hari sebelum imsak atau subuh.
Makan sahur memang dianjurkan, bahkan Rasulullah SAW pernah berpesan untuk bersahur meski hanya sebiji kurma dan seteguk susu.
Namun, bagi beberapa orang yang tidak terbiasa bangun dini hari, melakukan sahur memang berat.
Hal itu dikarenakan tubuh yang tak kuasa menahan rasa kantuk, dan akhirnya langsung kembali tidur setelah makan.
Banyak orang tidak menyadari bahwa langsung tidur sehabis sahur sebenarnya berbahaya.
Dilansir dari berbagai sumber, ini 5 penyakit yang mengintai jika sehabis sahur langsung tidur.
• Perkara Anjuran Sahur Sebelum Puasa Ramadhan, Quraish Shihab Ungkap Keistimewaannya
• 5 Makanan yang Tidak Baik untuk Menu Sahur, Hindari Agar Puasa Ramadhan 2020 Lancar
1. Nyeri Ulu Hati

Nyeri di ulu hati dapat timbul jika seseorang langsung tidur setelah menyantap makanan.
Rasa sakit di bagian ulu hati yang terasa sangat panas ini disebut juga dengan istilah heart burn.
Hal ini terjadi karena asam lambung naik dan memenuhi rongga dada.
Penyakit ini jika terjadi berkepanjangan bisa memicu risiko penyakit maag kronis.
2. GERD

GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah gangguan pencernaan yang ditandai refluks asam lambung yang berulang dalam jangka panjang.
Refluks asam lambung sendiri merupakan kondisi di mana cairan asam lambung bocor dan mengalir ke kerongkongan atau esofagus.
Boleh jadi, penyakit GERD ini timbul akibat dari heart burn atau nyeri uluh hati.
Dengan demikian, langsung tidur sehabis makan juga bisa menjadi penyebabnya.
3. Obesitas

Penyakit lain yang disebabkan oleh kebiasaan tidur seusai makan adalah obesitas.
Hal ini terjadi karena saat tidur, kalori yang baru saja masuk ke dalam tubuh akan menumpuk.
Akibatnya, tubuh mengalami pembengkakan lemak.
Lemak yang menumpuk ini tidak terbakar secara sempurna karena tubuh tidak melakukan kegiatan yang bisa membakar kalori.
4. Penyakit Jantung

Penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh juga dapat menyebabkan penyumbatan pembulu darah.
Perlu diketahui, jika pembulu darah tersumbat, risiko penyakit jantung akan meningkat.
Waspadalah karena penyakit jantung sangat berbahaya dan bisa merenggut nyawa secara tiba-tiba.
5. Diabetes

Penyakit obesitas juga membuka peluang tubuh mengalami diabetes.
Lemak yang menumpuk dalam tubuh juga menjadi pemicu penyakit diabetes.
Oleh karenanya, jika tidak ingin terjangkit diabetes, ada baiknya cegah dengan menghindari kebiasaan langsung tidur sehabis makan.
Usahakan beri jeda waktu sekitar 1-2 jam setelah makan baru tidur.

Anjuran Rasulullah SAW Terkait Sahur
Wakil Rektor IAIN Surakarta, Imam Makruf, melalui video yang diunggah kanal YouTube Tribunnews.com pada Kamis (23/4/2020), mengungkapkan bahwa sahur sangat dianjurkan oleh Rasulullah.
"Rasulullah menganjurkan kita untuk makan sahur, bahkan mengakhirkan sahur," tutur Makruf.
Hal itu dikarenakan bahwa di dalam sahur itu ada barokah, dan keberkahan adalah suatu kebaikan.
Menurutnya, seseorang yang berpuasa tidak akan kelaparan atau merasa kehausan jika sempat sahur.
Sebaliknya, jika seseorang tidak makan sahur, hari biasanya akan dihabiskan dengan tidur siang.
"Selain itu, tubuh menjadi lemas, tidak bersemangat bekerja, dan kurang bergairah dalam menjalankan ibadah puasa," kata Makruf.
Ia menegaskan bahwa sahur ketika puasa bulan Ramadhan itu adalah sunah.
Dengan demikian, ketika seseorang lupa atau tidak makan sahur, puasa tetap sah.
Lebih lanjut, Imam Makruf mengingatkan agar umat muslim tidak lupa melakukan hal yang wajib dilakukan sebelum berpuasa, yakni mengikrarkan dalam diri untuk berpuasa pada malam hari.
"Maka, seperti yang biasa dilakukan di masyarakat, di musala, masjid, surau, saat kita selesai melakukan ibadah salat tarawih di malam hari, kita bersama-sama membaca niat berpuasa. Itulah yang menjadikan puasa sah dan sempurna," ucapnya.
"Yang wajib kita tentukan adalah bagaimana kita menjalankan puasa dengan penuh semangat, gairah, dan keikhlasan untuk mencari rida Allah subhanallahu wa ta'ala," tutupnya.
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
• Puasa Ramadhan, Apakah Makan Sahur Tetap Bisa Dilanjutkan Meski Sudah Imsak? Ini Penjelasannya
• 4 Manfaat Makan Sahur Sebelum Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 2020, Termasuk Cadangan Energi