Breaking News:

Virus Corona

Jumlah Pasien COVID-19 yang Berhasil Sembuh di RSUP Persahabatan Bertambah, Total 9 Pasien

Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona di RSUP Persahabatan kembali bertambah.

Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas berjaga di depan ruang isolasi Gedung Pinere RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu (4/3/2020) 

TRIBUNSTYLE.COM - Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona di RSUP Persahabatan kembali bertambah.

Hingga hari Kamis (19/3/2020) jumlah pasien virus corona yang dinyatakan sembuh di RSUP Persahabatan terus bertambah.

Dilansir dari Kompas.com, Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama RSUP Persahabatan, Rita Rogayah.

Ia mengatakan bahwa pasien virus corona atau COVID-19 yang sembuh berjumlah sembilan orang.

Jumlah ini bertambah dari data sebelumnya pada hari Senin (16/3/2020) yaitu sebanyak enam pasien.

"Jumlah pasien yang sudah kami nyatakan sembuh sampai saat ini berjumlah sembilan pasien," kata Rita di RSUP Persahabatan, Kamis, seperti dilansir dari Kompas.com.

UPDATE Virus Corona - Jokowi Siapkan Rapid Test Virus Corona Massal di Indonesia, Pakai Cara Ini

4 Salam Pengganti Jabat Tangan yang Bisa Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Virus Corona

Artinya, sudah ada 11 pasien sembuh di RSUP Persahabatan, dua orang dari jumlah tersebut tinggal menunggu waktu diperbolehkan untuk pulang.

Sebelumnya pada hari Rabu (18/3/2020) pemerintah mengumumkan jumlah pasien positif covid-19 di Indonesia bertambah menjadi 227 kasus.

Dari jumlah tersebut, ada 19 pasien yang dinyatakan meninggal dunia dan 11 pasien dinyatakan sembuh.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk melakukan rapid test virus corona secara massal.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Kolase TribunStyle, Shutterstock, Kompas TV)

Presiden Jokowi Instruksikan Untuk Melakukan Rapid Test Virus Corona Secara Massal

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat melakukan rapat terbatas melalui telekonferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

"Segera lakukan rapid test dengan cakupan lebih besar," ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2020), seperti dilansir dari Kompas.com.

Menurut Jokowi, hal ini dilakukanuntuk deteksi dini indikasi awal paparan virus corona pada seseorang.

"Agar deteksi dini indikasi awal seseorang terpapar Covid-19 bisa dilakukan," lanjut dia.

Dalam pelaksanaanya agar berjalan dengan lancar, Presiden Jokowi meminta agar Kementerian Kesehatan memperanyak alat tes sekaligus menyediakan tempat tes.

 Cegah Penyebaran Virus Corona, Pelaksanaan SKB CPNS 2019 Resmi Ditunda, Hasil Pengumuman SKD Tetap

 4 Salam Pengganti Jabat Tangan yang Bisa Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Virus Corona

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta sejumlah unsur agar terlibat, mulai dari rumah sakit pemerintah, BUMN, TNI-Polri, higga swasta untuk berlangsungnya rapid test massal tersebut.

Bahkan, Presiden Jokowi juga membuka peluang perguruan tinggi dan lembaga riset untuk terlibat dalam rapid test massal ini.

"Lembaga riset dan pendidikan tinggi yang mendapatkan rekomendasi dari Kemenkes," kata dia.

Selagi akan berjalannya rapid test virus corona atau COVID-19 ini, Presiden Jokowi juga meminta jajrannya menyiapkan protokol kesehatan yang jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

"Ini penting sekali terkait dengan hasil rapid test ini, apakah dengan karantina mandiri, self isolation, ataupun memerlukan layanan RS," kata dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penaganan Virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa pihaknya sedang menkaji penerapan rapid test untuk memeriksa apakah seorang pasien positid terjangkit virus corona atau tidak.

Yuri juga menjelaskan bahwa rapid test virus corona dilakukan dengan mekanisme pemeriksaan spesimen pasien terduga virus corona bukan dengan menggunakan swab tenggorokan, melainkan dengan menggunakan sampel darah dari pasien.

Cara ini disebut memiliki keunggulan, salah satunya adalah tidak membutuhkan sarana prasarana pemeriksaan laboratorium pada biosecurity level II.

Selain itu, tes ini juga bisa dilakukan di seluruh rumah sakit di seluruh Indonesia.

"Artinya, tes ini bisa dilaksanakan di hampir seluruh RS di Indonesia," ujar Yuri.

(TribunStyle.com/Anggie)

 Tetap Sehat saat Social Distancing, Ini Asupan Nutrisi Penting untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

 Waspada! Sistem Imun Lemah Tubuh Mudah Terserang Corona, Begini 5 Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

 Tak Hanya China, Dua Negara Ini Ternyata Juga Sudah Persiapkan Vaksin Virus Corona, Selesai Kapan?

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Covid-19virus coronaIndonesiaRSUP Persahabatan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved