Apa Itu Jet Lag? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Olahraga Berat
Apa itu Jet lag? Berikut ini adalah gejala dan cara mengatasi jet lag, jangan langsung lakukan olahraga berat.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Mengenal gejala dan cara mengatasi jet lag, jangan langsung lakukan olahraga berat.
Jet lag sering disebut juga dengan mabuk pascaterbang atau penat terbang.
Istilah tersebut merujuk pada gangguan tidur yang disebabkan karena perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat dengan melalui zona waktu yang berbeda.
Gangguan tidur itu bisa berupa rasa kantuk pada siang hari dan sulit tidur pada malam hari.
Biasanya, seseorang akan mengalami jet lag jika melakukan perjalanan hingga 13 jam atau lebih.
Jet lag terjadi ketika tubuh tidak bisa langsung menyesuaikan diri dengan waktu setempat saat bepergian melintasi zona waktu berbeda.
Hal ini terjadi karena tubuh mempunyai jam biologis yang masih sama dengan zona waktu sebelumnya.
Jam biologis ini dinamakan irama sirkadian, yang membuat seorang manusia terjaga di siang hari dan tidur di malam hari.
Semakin banyak zona waktu yang dilewati, akan semakin panjang waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menyesuaikan diri dengan waktu setempat.
• Sleep Apnea, Penyakit yang Diduga Picu Serangan Jantung yang Sebabkan Ashraf Meninggal, Apa Itu?
• Beredar Isu Ashraf Sinclair Wafat karena Gastroesofagal Refluks atau GERD, Ini Beda Serangan Jantung
Gejala yang Dialami Ketika Jet Lag
Menurut Psikolog Ratih Ibrahim sebagaimana dilansir dari Kompas.com, gejala jet lag yang umum adalah mengantuk pada siang hari, tidak bisa tidur di malam hari, dan baru bisa tidur menjelang dini hari.
Hal tersebut karena ritme tubuh masih mengikuti kebiasaan di tempat sebelumnya.
Gejala tersebut dapat dirasakan oleh siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.
Berikut ini gejala lain akibat jet lag yang dikutip dari situs Hello Sehat.
- Gangguan tidur – seperti insomnia, bangun terlalu awal atau mengantuk berlebihan
- Kelelahan pada siang hari
- Merasa gelisah
- Sakit kepala
- Dehidrasi
- Kesulitan berkonsentrasi atau berfungsi secara normal
- Daya ingat menurun
- Berkurangnya nafsu makan
- Sembelit, gangguan pencernaan, atau diare
- Tidak enak badan
- Perubahan mood
Faktor-Faktor yang Menyebabkan Seseorang Lebih Berisiko Alami Jet Lag
Dilansir dari situs Alodokter, berikut ini beberapa faktor yang perbesar risiko jet lag serta cara mengatasinya.
- Jumlah zona waktu yang dilewati
Makin banyak zona waktu yang dilewati, maka makin besar kemungkinan seseorang menderita jet lag.
- Terbang ke tempat di mana waktu akan berkurang
Misalnya bepergian dari Jakarta ke Australia, yang waktunya 3 jam lebih cepat dari waktu Jakarta atau waktu Indonesia bagian barat (WIB).
- Sering bepergian dengan pesawat terbang
Contohnya adalah orang-orang yang bekerja sebagai pilot, pramugari/pramugara, dan pebisnis.
- Berusia lanjut
Lansia membutuhkan waktu lebih panjang untuk menyesuaikan irama biologis tubuh dibandingkan dengan orang yang lebih muda.
- Kondisi pesawat yang tidak nyaman
Tekanan udara di kabin, kursi yang sempit, dan kondisi kabin pesawat yang tidak nyaman bisa memperparah gejala jet lag.
- Konsumsi alkohol
Minum alkohol secara berlebihan saat melakukan perjalanan udara dapat memperparah gejala jet lag.
Cara Mengatasi dan Mencegah Jet Lag
Umumnya, gejala jet lag akan membaik setelah beberapa hari sehingga tiddak memerlukan pengobatan khusus.
Tips sederhana berikut ini bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi jet lag.
- Mengantisipasi perubahan zona waktu, dengan cara tidur dan bangun lebih cepat atau lebih lama dari biasanya, beberapa hari sebelum penerbangan.
- Pilih penerbangan yang tiba di tujuan pada siang menjelang sore, lalu usahakan untuk tidak tidur hingga pukul 22:00 waktu setempat.
- Jangan lupa untuk mengubah jam sesuai dengan waktu di tempat tujuan, agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan waktu setempat.
- Minum air putih secukupnya, baik selama penerbangan maupun setelah tiba di tujuan, untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperparah gejala jet lag.
- Hindari konsumsi alkohol dan kafein, 3-4 jam sebelum waktu tidur. Kedua minuman tersebut dapat membuat susah tidur.
- Hindari konsumsi makanan berat sesaat sebelum pesawat mendarat.
- Pastikan tubuh terpapar sinar matahari ketika sampai tempat tujuan, sebab berdiam diri di dalam ruangan dapat memperparah gejala jet lag.
- Gunakan penyumbat kuping dan penutup mata untuk mengurangi suara dan paparan cahaya selama tidur di pesawat.
Namun, jika jet lag tak kunjung membaik, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Jangan Langsung Berolahraga Berat Saat Jet Lag
Seperti diketahui, gejala umum jet lag adalah rasa kantuk yang berlebihan serta kelelahan di siang hari.
Sementara pada siang hari, aktivitas manusia akan lebih banyak dilakukan.
Hindari melakukan aktivitas atau olahraga yang berat saat irama biologis tubuh belum sesuai dengan waktu setempat akibat jet lag.
Gangguan tidur atau insomnia yang disebabkan jet lag akan sebabkan tubuh menjadi lemah karena kurangnya waktu istirahat.
Dilansir dari situs Dokter Sehat, jika waktu tidur kurang tapi tetap berolahraga, maka akan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Lebih parah, olahraga berat ketika jet lag belum pulih bisa menyebabkan kematian mendadak karena serangan jantung. (TribunStyle.com/G Panggayuh)
• POPULER 12 Tahun Ada Suara-suara Misterius di Loteng, Wanita Ini Syok Ternyata Sang Mantan Sembunyi
• Kaitan Antara GERD & Sleep Apnea, Penyakit yang Diisukan sebagai Penyebab Ashraf Sinclair Meninggal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/jet-lag_20171212_095732.jpg)