Viral Hari Ini
RSHS Bandung Belum Rilis Info Tentang Pasien Virus Corona, Diduga Pekerja Kereta Cepat yang Dirawat
Berita viral hari ini - RSHS Bandung belum rilis info tentang pasien suspect corona virus. Diduga pekerja kereta cepat yang dirawat.
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Amirul Muttaqin
Umumnya, mereka akan kembali ke daerah di Jabar yang dilalui kereta cepat seperti Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Purwakarta, Kabupaten dan Kota Bekasi usai Imlek.
"Iya ada yang pulang terkait Imlek. Tapi mereka di sini banyak juga yang tidak pulang," ucap Denny saat dihubungi via ponselnya, Minggu (26/1/2020).
Ditanya soal ada kekhawatiran mereka yang pulang ke Jabar saat di China sedang dilanda virus corona, ia mempercayakan pada pemerintah Tiongkok.
"Penananganan di China lebih ketat. Bahkan mereka bikin rumah sakit khusus. Saya sudah dapat laporan dari staf yang piket jaga, cek aplikasi We Chat mereka, sudah telpon, mereka pekerja kereta cepat yang sedang di China baik-baik saja," ujar dia.
Ia memastikan pekerjanya yang pulang ke China kemudian kembali ke Indonesia, tidak ada yang terjangkit virus corona.
"Kami sudah kontak mereka, dan mereka jawab tidak ada yang terkena. Dari pemerintah setempat cek suhu tubuh dan dilakukan berkala," katanya.
• Gempar Virus Corona Menyebar, Ini Cara Meningkatkan Sistem Imun Tubuh Agar Tak Mudah Sakit
• Waspadai Cara Penyebaran dan Penularan Virus Corona, dari Hewan hingga Lewat Mata
Dikhawatirkan Renggut 65 Juta Orang di Seluruh Dunia dalam 18 Bulan, Ini Bahaya Virus Corona
Sebagaimana diungkap Daily Mail, dikutip Warta Kota, Sabtu (25/1/2020), pakar kesehatan terkemuka Amerika Serikat (AS) memperkirakan, coronavirus dapat membunuh 65 juta orang dalam setahun - peringatan senyap sudah diungkap, tiga bulan sebelum wabah di Cina terjadi.
Para ilmuwan di Johns Hopkins Center for Health Security membuat prediksi menakutkan.
Model wabah hipotetis corona pada komputer dalam penelitian pada bulan Oktober 2020.
Penyakit yang menyergap hanya butuh 18 bulan untuk memusnahkan 65 juta orang di seluruh dunia.
Pakar kesehatan terkemuka AS memperkirakan virus corona bisa membunuh puluhan juta orang dalam peringatan dingin tiga bulan sebelum wabah mematikan di Cina.
Para ilmuwan di Johns Hopkins Center for Health Security memodelkan pandemi hipotetis di komputer sebagai bagian dari penelitian Oktober lalu.
Simulasi tersebut memperkirakan, sejumlah 65 juta orang dari seluruh penjuru dunia akan musnah hanya dalam 18 bulan.
Sejauh ini, penyakit yang sangat menular dengan cepat, saat ini, melanda Tiongkok.
Jika benar merupakan senjata biologi, maka corona memang mematikan dengan sangat cepat. (Tribunstyle/Dhimas Yanuar)
• Virus Corona Menyebar ke 12 Negara, Hotman Paris Minta Pemerintah Indonesia Stop Turis dari China
• Imbauan Kemenkes untuk Waspada Terhadap Virus Corona, Kenali Ciri, Penularan, dan Cara Pencegahan