Mengandung Zat Penyebab Kanker, Inilah Obat Asam Lambung yang Ditarik BPOM, Simak Daftarnya!
Baru-baru ini terdapat isu mengenai kandungan kanker dalam obat asam lambung. BPOM Indonesia pun telah menarik beberapa obat dari pasaran.
Penulis: Febriana Nur Insani
Editor: Irsan Yamananda
Dia mencoba beberapa obat komersial guna menyembuhkan sakit maag dan masalah lambungnya ini.
Tetapi obat-obat tersebut juga belum membantu sama sekali, dan masih merasakan sakit pada lambungnya.
Setelah melakukan endoskopi dan ultrasonografi di rumah sakit, dokter mendiagnosis wanita tersebut menderita hiatal hernia.
Hiatal Hernia terjadi ketika bagian atas perut terdorong ke atas lewat diafragma dan masuk ke bagian dada karena kondisi jaringan tubuh yang melemah.
• Bukan Ngidam Makanan, Ibu Hamil Ini Malah Ngidam Jadi Ojol Seperti Suami, Kisahnya Viral
Dia pun mengatakan bahwa kondisi yang ia alami ini terasa lebih menyakitkan daripada sakit lambung.
Dokter mengatakan kepadanya bahwa katup antara kerongkongan dan lambungnya sudah melemah.
Dan kondisi medis ini dapat menyebabkan Gastroesophageal reflux (GERD).
GERD: Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan.
Gejala penyakit asam lambung muncul minimal 2 kali dalam seminggu, kutip dari Alodokter.
• Sering Makan 4 Kue Bulan dan Makanan Berminyak Setiap Hari, Pria Ini Temukan Darahnya Berubah Putih
Kondisi ini membuat perutnya lebih mudah untuk naik ke dada yang menghasilkan gejala-gejala seperti mulas, nyeri dada, kesulitan menelan dan kesulitan bernafas.
Dan asam lambung di perutnya dapat dengan mudah memasuki lubang esofagusnya (kerongkongan).
Ummi Nadia melanjutkan tulisannya, Dokter memberitahu bahwa kondisi ini semakin sering terjadi di Malaysia karena negara mereka adalah surga makanan dan diet (makanan) di negara tersebut bukan termasuk yang paling sehat.
Dari diagnosa Dokter, ia mengalami kondisi ini setelah menjalani diet yang sangat tidak sehat dan makan makanan pedas selama dua minggu dengan mengonsumsi makanan seperti asam pedas, tempoyak, sambal belacan, dan lada hitam.
Sebelum terserang penyakit ini, dia menjelaskan bahwa ia mengendalikan asupan makanannya.
• 7 Hal yang Dapat Merusak Gigi, Kebiasaan Menggigiti Pulpen hingga Membuka Bungkus Makanan
Tetapi selama dua minggu terakhir, ia mengonsumsi banyak makanan pedas yang membuatnya menderita dan merasakan sakit di perutnya di malam hari.
Dia menambahkan bahwa ia ingin berbagi hal ini sehingga orang lain dapat menjaga pola makan mereka dan mengendalikan asupan makanan mereka.
Ummi Nadia menuliskan: "Orang yang rentan terhadap penyakit ini adalah mereka yang suka:
- Makan terlalu banyak
- Tidak makan tepat waktu
- Setelah makan, langsung tidur
• Makanan Pedas Buat Kita Panjang Umur, Mitos atau Fakta?
• Video Viral, Driver Ojol Menangis Kehilangan Motor Saat Pesan Makanan, Sumbangan Capai Rp. 40 Juta
- Makan banyak makanan pedas
- Stres berkepanjangan"
Dia menyarankan orang-orang untuk mengendalikan pola makan mereka sehingga mereka tidak menderita seperti yang ia alami saat ini. (Tribunstyle/Dhimas Yanuar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/obat-obatan_20171209_175007.jpg)