Mengandung Zat Penyebab Kanker, Inilah Obat Asam Lambung yang Ditarik BPOM, Simak Daftarnya!
Baru-baru ini terdapat isu mengenai kandungan kanker dalam obat asam lambung. BPOM Indonesia pun telah menarik beberapa obat dari pasaran.
Penulis: Febriana Nur Insani
Editor: Irsan Yamananda
Banyak penderita asam lambung yang hanya mengandalkan obat untuk menahan sakit yang mereka rasakan.
Namun baru-baru ini, publik dihebohkan dengan obat asam lambung yang ternyata mampu menyebabkan kanker.
Apa saja obat tersebut ?
TRIBUNSTYLE.COM - Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan munculnya rasa terbakar di dada lantaran asam lambung naik ke kerongkongan.
Banyak orang biasanya hanya mengandalkan obat-obatan warung untuk mengobatinya.
Namun ternyata, beberapa waktu terakhir marak isu mengenai kandungan kanker dalam obat asam lambung.
• Hobi Makan Makanan Pedas, Perempuan Ini Alami Asam Lambung & Maag Parah, Aku Pikir Aku Akan Mati
Obat ini termasuk obat asam lambung jenis Ranitidin.
Hal tersebut menjadi kekhawatiran publik setelah BPOM Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA) melakukan penelitian soal Ranitidine.
Lewat situs resmi FDA, Ranitidine diduga mengandung N-nitrosodimenthylamine (NDMA).
• 7 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Maag, Biar Asam Lambung Nggak Naik
Walaupun hanya berkadar rendah, zat itu ternyata mampu bersifat karsinogen atau menimbulkan kanker.
Dilansir TribunStyle dari Kompas.com, Indonesia melalui adan Pengawas Obat dan Makanan telah melakukan respon atas isu yang berkembang.
Rita Endang selaku pihak BPOM mengaku pihaknya telah meneruskan temuan tersebut ke semua tenaga kesehatan sejak September 2019.
“Telah kami sampaikan kepada profesional kesehatan seperti IDI, IAI, lalu perhimpunan rumah sakit seluruh Indonesia dan dokter spesialis Indonesia,"
"Sudah kami surati agar asosiasi tersebut menyampaikan ke anggota masing-masing mengenai info awal terkait keamanan produk ranitidine tercemar NDMA,” ujar Endang dilansir dari Kompas.com.
• Seolah Tak Berhubungan, Ternyata Naiknya Asam Lambung Bisa Membuat Suara Serak
Lebih lanjut, baru-baru ini secara resmi BPOM telah menarik peredaran obat ranitidin dari pasaran.
Pihaknya telah menghubungi pihak farmasi untuk melakukan penarikan dalam waktu 80 hari kerja.
Melansir laman BPOM, merek-merek obat yang mengandung NDMA sendiri ialah sebagai berikut :
Perintah Penarikan Produk Ranitidin yang Terdeteksi N-Nitrosodimethylamine (NDMA):
1. Nama obat: Ranitidin cairan injeksi 25 mg/mL
Pemegang izin edar: PT Pharos Tbk
Penarikan Sukarela Produk Ranitidin yang Terdeteksi N-Nitrosodimethylamine (NDMA):
2. Nama obat: Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL
Pemegang izin edar: PT Glaxo Wellcome Indonesia
3. Nama obat: Rinadin Sirup 75 mg/5 mL
Pemegang izin edar: PT Global Multi Pharmalab
4. Nama obat: Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL
Pemegang izin edar: PT Indofarma
5. Nama obat: Ranitidin Cairan Injeksi 25 mg/mL
Pemegang izin edar: PT Indofarma (TribunStyle.com/Febriana)
Hobi Makan Makanan Pedas, Perempuan Ini Alami Asam Lambung & Maag Parah, 'Aku Pikir Aku Akan Mati'
Berita viral hari ini - Hobi makan makanan pedas, perempuan dari Malaysia alami asam lambung dan maag parah, 'Aku pikir aku akan mati'.
Tidak sedikit orang di Indonesia yang menganggap 'Kalau tidak makan pedas, kurang mantap'.
Yap hal ini terjadi memang karena Indonesia terkenal dengan makanan pedas dan penuh dengan bumbu-bumbunya.
Namun hanya memakanan makanan pedas juga tidak baik.
• Sering Dikonsumsi Setiap Hari, 6 Makanan Ini Ternyata Pemicu Jerawat, dari Roti Hingga Kopi
• Tak Tahu Sedang Hamil, Perempuan Ini Tiba-tiba Melahirkan Begitu Saja di Toilet, Begini Kondisinya
Penting juga untuk mempertahankan diet dan makanan seimbang agar tubuh tetap sehat dan tidak terdampak dengan suatu hal yang berlebihan.
Tidak hanya di Indonesia negara tetangga kita Malaysia juga menyukai makanan pedas, namun ia mengaku bahwa sangat menyukai makanan pedas.
Namun nahas tubuh dari seorang perempuan warga negara Malaysia ini sepertinya mendapatkan getahnya karena memakan makanan pedas terlalu berlebihan.
Dilansir dari akun Facebook Ummi Nadia yang diunggah pada Rabu (11/9/2019), perempuan ini menceritakan bagaimana dia mengalami kesulitan bernapas setelah makan terlalu banyak makanan pedas dan dia pikir dia akan mati.
Dia mengatakan bahwa awalnya ia mengalami kesulitan bernapas selama tiga hari berturut-turut.
• Perempuan Rela Jadi Pemulung Sampah Supermarket, Untung Rp 275 Juta hingga Temukan Makeup Mahal
Hal tersebut biasa ia rasakan di pagi hari sekitar jam 2 pagi - 4 pagi, yang terasa seperti penyakit maag dan lambung.
"Aku tidak bisa bernapas dengan baik dan merasa sekarat."
"Tiga hari yang lalu aku muntah lebih dari 10 kali dan dua hari sebelumnya, badanku gemetar hebat."
"Aku pikir aku akan mati dan memberi tahu suamiku bahwa aku sedang sekarat," tambahnya.
Suaminya dengan cepat membawanya ke rumah sakit karena dia bisa melihat bahwa istrinya menderita karena rasa sakit di perutnya itu.
• Karena Tertawa Terlalu Kencang, Perempuan Ini Tak Bisa Tutup Lagi Mulutnya, Harus Dirawat Dokter
Dia sudah diantar ke klinik terdekat, tetapi obat dari dokter di klinik tersebut tidak dapat banyak membantu.
Dia mencoba beberapa obat komersial guna menyembuhkan sakit maag dan masalah lambungnya ini.
Tetapi obat-obat tersebut juga belum membantu sama sekali, dan masih merasakan sakit pada lambungnya.
Setelah melakukan endoskopi dan ultrasonografi di rumah sakit, dokter mendiagnosis wanita tersebut menderita hiatal hernia.
Hiatal Hernia terjadi ketika bagian atas perut terdorong ke atas lewat diafragma dan masuk ke bagian dada karena kondisi jaringan tubuh yang melemah.
• Bukan Ngidam Makanan, Ibu Hamil Ini Malah Ngidam Jadi Ojol Seperti Suami, Kisahnya Viral
Dia pun mengatakan bahwa kondisi yang ia alami ini terasa lebih menyakitkan daripada sakit lambung.
Dokter mengatakan kepadanya bahwa katup antara kerongkongan dan lambungnya sudah melemah.
Dan kondisi medis ini dapat menyebabkan Gastroesophageal reflux (GERD).
GERD: Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan.
Gejala penyakit asam lambung muncul minimal 2 kali dalam seminggu, kutip dari Alodokter.
• Sering Makan 4 Kue Bulan dan Makanan Berminyak Setiap Hari, Pria Ini Temukan Darahnya Berubah Putih
Kondisi ini membuat perutnya lebih mudah untuk naik ke dada yang menghasilkan gejala-gejala seperti mulas, nyeri dada, kesulitan menelan dan kesulitan bernafas.
Dan asam lambung di perutnya dapat dengan mudah memasuki lubang esofagusnya (kerongkongan).
Ummi Nadia melanjutkan tulisannya, Dokter memberitahu bahwa kondisi ini semakin sering terjadi di Malaysia karena negara mereka adalah surga makanan dan diet (makanan) di negara tersebut bukan termasuk yang paling sehat.
Dari diagnosa Dokter, ia mengalami kondisi ini setelah menjalani diet yang sangat tidak sehat dan makan makanan pedas selama dua minggu dengan mengonsumsi makanan seperti asam pedas, tempoyak, sambal belacan, dan lada hitam.
Sebelum terserang penyakit ini, dia menjelaskan bahwa ia mengendalikan asupan makanannya.
• 7 Hal yang Dapat Merusak Gigi, Kebiasaan Menggigiti Pulpen hingga Membuka Bungkus Makanan
Tetapi selama dua minggu terakhir, ia mengonsumsi banyak makanan pedas yang membuatnya menderita dan merasakan sakit di perutnya di malam hari.
Dia menambahkan bahwa ia ingin berbagi hal ini sehingga orang lain dapat menjaga pola makan mereka dan mengendalikan asupan makanan mereka.
Ummi Nadia menuliskan: "Orang yang rentan terhadap penyakit ini adalah mereka yang suka:
- Makan terlalu banyak
- Tidak makan tepat waktu
- Setelah makan, langsung tidur
• Makanan Pedas Buat Kita Panjang Umur, Mitos atau Fakta?
• Video Viral, Driver Ojol Menangis Kehilangan Motor Saat Pesan Makanan, Sumbangan Capai Rp. 40 Juta
- Makan banyak makanan pedas
- Stres berkepanjangan"
Dia menyarankan orang-orang untuk mengendalikan pola makan mereka sehingga mereka tidak menderita seperti yang ia alami saat ini. (Tribunstyle/Dhimas Yanuar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/obat-obatan_20171209_175007.jpg)