Kasus Mutilasi

Polisi Duga Prada DP Bohong Soal Kematian Vera Oktaria, Tidak Ada Bercak Sperma di Jasad Jadi Bukti

Pengakuan Prada DP soal kronologi membunuh Vera Oktaria dibantah polisi, pelaku diduga berbohong, tidak adanya bercak sperma pada jasad jadi bukti.

Polisi Duga Prada DP Bohong Soal Kematian Vera Oktaria, Tidak Ada Bercak Sperma di Jasad Jadi Bukti
TribunStyle.com Kolase/ TribunSumsel.com
Prada DP setelah berhasil diciduk pihak kepolisian 

TRIBUNSTYLE.COM - Pengakuan Prada DP soal kronologi membunuh Vera Oktaria dibantah polisi, pelaku diduga berbohong, tidak adanya bercak sperma pada jasad jadi bukti.

Penyidik Polda Sumatera Selatan membantah pernyataan Prada DP atas pembunuhan Vera Oktaria yang dinilai berbohong dan hanya sebagai alibi saja.

Pernyataan janggal Prada DP yang dibantah polisi adalah soal kondisi korban yang disebut hamil dua bulan dan mendesak pelaku untuk menikahinya.

Tak hanya itu, Prada DP juga mengaku jika korban dan pelaku sempat berhubungan badan sebelum membunuh.

Tetangga Ungkap Perubahan Drastis Sikap Keluarga Vera Oktaria Setelah Prada DP Ditangkap

Namun, hal itu ditepis Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi yang mengatakan tidak ditemukan bercak bekas sperma maupun tanda kehamilan di tubuh Vera Oktaria.

Sempat Mengurung Diri, Ibu Vera Oktaria Beri Pengakuan Setelah Prada DP Ditangkap

"Tidak ada tanda kehamilan dari visum itu bisa dilihat. Nyataya memang bekas sperma atau hamil juga tidak ada," terangnya.

Pihak keluarga sendiri menerangkan bahwa korban sangat ingin melepaskan diri dan mengakhiri hubungan dengan Prada DP.

"Keterangan keluarga juga bisa dilihat korban itu ingin mengakhiri hubungan dengan pelaku.

Tapi pelaku menolak, mungkin pengakuan jika korban hamil itu cuma alibi saja,"ujarnya.

Sempat Mengurung Diri, Ibu Vera Oktaria Beri Pengakuan Setelah Prada DP Ditangkap
Sempat Mengurung Diri, Ibu Vera Oktaria Beri Pengakuan Setelah Prada DP Ditangkap (TribunStyle.com Kolase/TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA DWI ANGGRAINI)

Seperti diketahui, pelarian Prada DP akhirnya berakhir setelah Den Intel Kodam II Sriwijaya dan Denpom II/4 berhasil menangkapnya di Padepokan Mognghiang, Serang, Banten, Kamis (13/6/2019).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Melia Istighfaroh
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved