Waktu Terbaik Melaksanakan Puasa Syawal 6 Hari & Haruskah Dilaksanakan Secara Berurutan?
Inilah penjelasan mengenai waktu terbaik melaksanakan puasa Syawal dan ketentuan apakah harus dilaksanakan secara berurutan selama 6 hari.
Penulis: Listusista Anggeng Rasmi
Editor: Mohammad Rifan Aditya
Para ulama menjelaskan bahwa larangan itu menegaskan makruhnya puasa di hari Jum’at tanpa mengiringinya dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu.
Imam Nawawi dalam Syarah Muslim juga memberikan keterangan bahwa yang paling baik untuk melakukan puasa Syawal adalah dilakukan secara berturut-turut. Namun jika pun tidak, maka hal itu tidak mengurangi keutamaan puasa Syawal.
“Para ulama madzhab Syafii mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah idul fitri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.”
Kesimpulannya, puasa Syawal boleh dilaksanakan tidak berurutan selama masih berada di bulan Syawal, namun yang paling utama ditunaikan berurutan sejak tanggal 2 Syawal.
• Sangat Dianjurkan, Ini Niat Puasa Syawal & Keutamaan Melaksanakannya Selama 6 Hari
• Bayar Utang Puasa Ramadhan / Qadha Dulu atau Langsung Melaksanakan Puasa Syawal ? Ini Penjelasannya
• 6 Hikmah & Keutamaan Puasa Syawal, Termasuk Menyempurnakan Pahala Puasa Jadi Setahun Penuh
Hikmah dan Keutamaan Puasa Syawal
Terdapat hikmah dan keutamaan bagi siapa yang melaksanakan puasa Syawal.
Untuk itu, sayang jika puasa yang sangat dianjurkan ini dilewatkan.
Berikut hikmah dan keutamaan puasa Syawal yang TribunStyle.com rangkum dari berbagai sumber :
1. Seperti Berpuasa Setahun
Puasa 6 hari di bulan Syawal pasca Ramadhan bisa menyempurnakan pahala puasa menjadi setahun penuh.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan dalam beberapa hadits shahih berikut ini:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim)
مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ
“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh” (HR. Ibnu Majah, shahih)