Bagaimana Hukum Salat dengan Sisa Tinta Pemilu Masih Menempel di Jari? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Bagaimana hukum salat dengan sisa tinta pemilu masih menempel di jari? Berikut penjelasan lengkapnya.

Bagaimana Hukum Salat dengan Sisa Tinta Pemilu Masih Menempel di Jari? Berikut Penjelasan Lengkapnya
Kompas.com
Cara Lengkap Menghilangkan Tinta Pemilu dengan Cepat, Bersihkan Noda Ungu di Kuku Jari, Ampuh! 

Hal itu bisa dilakukan dengan menggunakan sabun, batu, atau zat pembersih lainnya.

Jika warna tinta pemilu masih membekas di jari setelah dicuci, maka status jari yang terkena tinta tersebut adalah suci.

قوله (إن بقيت في الثوب أو بدن) أو نحوه (من بعد غسل له فاحكم بطهارته) للمشقة والحت والقرص سنة وقيل شرط فإن توقفت إزالته على أشنان ونحوه وجب كما جزم به القاضي والمتولي ونقله عنه النووي في المجموع وجزم به في تحقيقه وصححه في تنقيحه

Artinya, “(Jika najis itu tersisa di pakaian, badan,) atau sejenisnya, (setelah dibasuh, maka hukumilah kesuciannya) karena sulit.

Sedangkan tindakan menggosok dan mengorek bersifat sunah belaka, tetapi ada yang mengatakan bahwa keduanya syarat.

Jika penghilangan najis bergantung pada potas [kalium karbonat atau garam abu] dan sejenisnya [seperti sabun, bensin, atau cairan tajam yang lain], maka wajib sebagaimana diyakini oleh Al-Qadhi dan Al-Mutawalli, serta dikutip oleh An-Nawawi dalam Al-Majemuk dan diyakininya di Tahqiq dan disahihkan olehnya di Tanqih,” (Lihat Syekh Syihabuddin Ar-Ramli, Fathul Jawad bi Syarhi Manzhumati Ibnil Imad, [Singapura-Jeddah-Indonesia, Al-Haramain: tanpa catatan tahun], halaman 64-65).

Ustaz Alhafiz menambahkan, sisa warna najis yang tersisa di pakaian atau badan setelah diusahakan pembersihannya tidak menjadi masalah.

Sisa najis berupa warna yang idealnya harus dibersihkan secara tuntas dimaafkan karena sulit menghilangkannya sekaligus atau uzur.

Masih menurut Alhafiz, kasus ini serupa dengan sisa noda darah haid yang membekas di pakaian sebagaimana diulas Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki dalam Kitab Ibanatul Ahkam, Syarah Bulughul Maram.

Keduanya menjelaskan bahwa sisa noda darah haid pada pakaian yang telah dicuci ditoleransi dengan syariat.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Irsan Yamananda
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved