Breaking News:

Kasus Perundungan

BLAK-BLAKAN! Siswi SMA Pengeroyok Audrey Bantah Rusak Keperawanan 'Kami Dihina, Dibully, Diteror'

BLAK-BLAKAN! Siswi SMA Pengeroyok Audrey Bantah Rusak Keperawanan 'Kami Dihina, Dibully, Diteror'

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA / Twitter #JusticeForAudrey
Kapolresta Pontianak membeberkan hasil visum siswi SMP yang menjadi korban pengeroyokan 12 siswi SMA. 

Ini wawancara eksklusif dengan siswi-siswi SMA di Pontianak pengeroyok siswi SMP bernama Audrey hingga memunculkan rumor rusaknya keperawanan sampai bikin Hotman Paris Hutapea dongkol hingga mendesak Presiden Jokowi berbicara.

Rupanya para siswi SMA pengeroyok Audrey membantah keras semua tudingan. Bahkan mereka merasa juga sebagai korban penghinaan! 

Jokowi Akhirnya Buka Suara Terkait Kasus Audrey, Minta Tindak Tegas!
Jokowi Akhirnya Buka Suara Terkait Kasus Audrey, Minta Tindak Tegas! (Instagram @jokowi)

TRIBUNSTYLE.COM - Pengakuan 7 dari 12 siswi SMA terduga pelaku pengeroyok Audrey, siswa SMP dikeroyok di Pontianak sampai babak belur sehingga mencuri perhatian pengacara kondang Hotman Paris Hutapea sampai Presiden Jokowi.

Para terduga pelaku pengeroyokan Audrey mengadakan konferensi pers di Mapolresta Pontianak, Rabu (10/4/2019) petang.

Melalui konferensi tersebut, seorang pelaku menampik kabar adanya pencolokan organ intim Audrey sampai dicemaskan keperawanannya melayang.

Dia lantas meminta maaf, bahkan mengaku jika dirinya juga sebagai korban dalam kasus ini.

"Saya salah satu dari terduga pelaku 2 orang ini. Saya meminta maaf kepada korban dan keluarga korban. Dan kalian semua harus tahu di sini saya juga korban karena saya sekarang sudah dibully, dihina, dicaci, dimaki dan diteror padahal kejadian tidak seperti itu," ujar satu diantara terduga pelaku, dikutip TribunStyle.com dari TribunPontianak, Rabu (10/4/2019).

Terduga pelaku tersebut berkilah jika kejadian sebenarnya tak seperti kabar yang beredar.

Pelaku #JusticeForAudrey Hadapi Ancaman Dua Pengacara Kondang, Sunan Kalijaga hingga Hotman Paris

 Audrey Sesak Napas Tiap Ingat Wajah Pelaku Pengeroyokan, 2 Kali Polisi Tegaskan Kondisi Organ Vital

"Tidak ada penyekapan, tidak ada seretan, tidak ada menyiram secara bergiliran, tidak ada membenturkan korban ke aspal, apalagi untuk merusak keperawanannya," tambahnya.

Terduga menceritakan sangat terpukul dengan pemberitaan yang ada.

Salah satu terduga lainnya menjelaskan ada suatu bentuk peleraian yang dilakukan.

Tujuh remaja putri berstatus siswi SMA yang terseret dalam dugaan kasus penganiayaan remaja putri berstatus siswi SMP menyampaikan klarifikasi, di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) petang WIB.
Tujuh remaja putri berstatus siswi SMA yang terseret dalam dugaan kasus penganiayaan remaja putri berstatus siswi SMP menyampaikan klarifikasi, di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) petang WIB. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

"Pas saya sudah datang, mereka sudah berkelahi dan saya sudah mencegah. Kami takut jika melerai takut dituduh mengeroyok saya takut terjadi seperti itu, di sana ada tindakan peleraian," terang salah satu terduga lainnya.

Lebih lanjut, terduga pelaku merasa dituduh dan difitnah.

Bahkan instagramnya pun di-hack.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved