8 Tanda Seseorang Mengalami Kekurangan Protein, Selalu Merasa Lapar!
Kenali tanda-tanda jika seseorang ternyata sedang mengalami kekurangan protein.
Penulis: Sinta Manilasari
Editor: Desi Kris
TRIBUNSTYLE.COM - Kenali tanda-tanda jika seseorang ternyata sedang mengalami kekurangan protein.
Telah diketahui bahwa protein memainkan peran vital dalam fungsi tubuh kita.
Jika kalian mengalami kekurangan protein, tubuh akan menderita.
Sebuah penelitian mengatakan sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia kekurangan protein.
Terutama di Afrika Tengah dan Asia Selatan: 30% anak-anak mendapat terlalu sedikit protein.
• Tidak Hanya Dari Daging dan Ikan, 3 Jenis Sayuran Ini Juga Kaya Akan Asupan Protein, Catat!
Lalu bagaimana cara mengetahui kalau kalian sedang mengalami kekurangan protein?
Dilansir dari Bright Side, berikut adalah tanda dan gejala yang terkait dengan kekurangan protein.
1. Selalu merasa lapar
Jika kamu selalu merasa lapar dan mengidam makanan atau camilan, itu mungkin karena sedang rendah protein, tinggi karbohidrat, dan gula.
Masalahnya mungkin kalian memiliki akses tak terbatas ke makanan berkalori tinggi di mana jumlah proteinnya rendah dibandingkan dengan jumlah kalorinya.
2. Hilangnya massa otot dan nyeri sendi
Otot adalah cadangan protein terbesar dalam tubuh.
Kelemahan otot, rasa sakit dan kehilangan massa adalah tanda kekurangan protein.
Sebuah penelitian mengatakan ini biasa ditemukan pada orang lanjut usia.
Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan otot.
3. Masalah kulit dan kuku
Kekurangan protein dapat menyebabkan kuku rapuh dan dalam beberapa kasus, kamu akan mengamati pita putih dan bintik-bintik kecoklatan pada kuku.
Kekurangan protein juga dapat mempengaruhi kulit, karena protein berperan pada regenerasi sel, menghasilkan sel baru dan menggantikan sel mati.
Jika ini terjadi, kalian akan melihat kulit dan terasa kering, terkelupas serta pecah-pecah.
4. Rambut rontok
Rambut kita terdiri dari 90% protein yang dikenal sebagai keratin.
Jika kalian tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, rambut bisa menipis dan warnanya memudar.
Ini terjadi karena tubuh berhenti menggunakan protein untuk hal-hal yang tidak penting seperti pertumbuhan rambut.
5. Hati berlemak
Hati berlemak adalah salah satu gejala defisiensi protein yang paling umum dan jika tidak diobati, dapat menyebabkan penyakit hati berlemak, menyebabkan peradangan, jaringan parut hati, dan kemungkinan gagal hati.
Ini adalah kondisi umum pada mereka yang mengonsumsi banyak alkohol, orang gemuk, dan bahkan anak-anak.
6. Peningkatan risiko patah tulang
Sama seperti otot, asupan protein yang rendah dapat memengaruhi tulang juga.
Tidak memiliki protein yang cukup menyebabkan melemahnya tulang, sehingga meningkatkan risiko patah tulang.
Ini sebagian besar karena "Protein diperlukan untuk penyerapan kalsium dan membantu metabolisme tulang," kata Dr.Axe.
7. Kurang tidur
Jika kalian sulit tidur atau kurang tidur, kemungkinan hal itu terkait dengan kekurangan protein.
Protein dari makanan yang kita makan bertindak sebagai blok bangunan untuk triptofan, asam amino yang menyebabkan kantuk.
Ini menunjukkan bahwa kita harus makan makanan kaya protein dekat waktu tidur untuk mendapatkan tidur yang lebih baik.
• Kurang Tidur Bikin Mandul! Atasi dengan 5 Makanan yang Bisa Membuatmu Tidur Lelap Berikut Ini
8. Brain fog
Sangat penting untuk mendapatkan asupan protein yang tepat untuk mendukung fungsi otak yang sehat.
Jika kalian mengalami kurangnya motivasi, ingatan yang buruk atau kesulitan mempelajari sesuatu yang baru, itu pertanda bahwa kamu kekurangan protein.
Sebuah penelitian mengatakan bahwa dopamin, epinefrin, dan serotonin adalah neurotransmiter yang dibutuhkan tubuh untuk fokus.
Menurut USDA, asupan minimum protein harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 56 g per hari untuk pria, 46 g per hari untuk wanita dan untuk anak-anak, itu bervariasi dari 19 g hingga 34 g tergantung pada usia mereka.
Ini dapat bervariasi jika kalian sedang hamil atau sakit.
(Tribunstyle.com/Sinta Manila)
Yuk subscribe YouTube TribunStyle.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-lapar_20170403_113703.jpg)