Forward Pesan WhatsApp Dibatasi Lima Kali Sehari, Ini Alasan Mengerikan di Balik Peristiwa Itu

Fitur forward pesan di Whatsapp dibatasi menjadi hanya bisa mengirim ke lima kontak saja dan kebijakan ini berlaku di seluruh dunia.

Forward Pesan WhatsApp Dibatasi Lima Kali Sehari, Ini Alasan Mengerikan di Balik Peristiwa Itu
MyBroadband.co.za
Ilustrasi 

Karena itu, mereka menawarkan coklat untuk anak-anak lokal dan perbuatan itulah yang memicu kecurigaan warga setempat kepada mereka.

Sejak peristiwa tersebut, pemerintah India pun mendesak agar Whatsapp sebagai platform sosial media yang digunakan banyak orang membuat kebijakan.

Karena menurut pemerintah, apabila Whatsapp tidak bisa bertindak, aplikasi tersebut akan terus menjadi kaki tangan penyebar hoaks.

"Sirkulasi pesan tidak bertanggung jawab yang merajalela dalam jumlah yang besar pada WhastApp belum ditangani secara memadai oleh mereka," ujar Kementerian Teknologi Informasi India waktu itu.

"Jika WhatsApp hanya menjadi penonton, mereka dapat diperlakukan sebagai kaki tangan dan menghadapi tindakan hukum yang konsekuen," tambahnya, dikutip dari The Guardian.

Akhirnya sejak saat itu Whatsapp pun membuat dua fitur, yang pertama ditandainya sebuah pesan dengan tulisan 'forwarded' apabila pesan tersebut disebarluaskan.

Dan kedua adalah yang baru kita lihat akhir-akhir ini, yakni pembatasan lima kontak saja yang bisa disebarkan sebuah pesan.

"Kami merasa ngeri dengan kekerasan di India dan kami mengumumkan beberapa perubahan produk untuk membantu menangani isu tersebut. Ini adalah tantangan yang membutuhkan aksi dari masyarakat sipil, pemerintah dan perusahaan teknologi," ujar juru bicara WhatsApp.

Karena dirasa efektif diterapkan di india, akhirnya kebijakan tersebut diberlakukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ini Peristiwa Mengerikan Dibalik Alasan Pembatasan Forward Pesan Whatsapp, 

Subscribe kanal YouTube dan Like fanpage Facebook TribunStyle.com berikut ini:

Ikuti kami di
Editor: Ika Putri Bramasti
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved