Forward Pesan WhatsApp Dibatasi Lima Kali Sehari, Ini Alasan Mengerikan di Balik Peristiwa Itu
Fitur forward pesan di Whatsapp dibatasi menjadi hanya bisa mengirim ke lima kontak saja dan kebijakan ini berlaku di seluruh dunia.
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - APLIKASI media sosial Whatsapp mengumumkan kebijakannya beberapa waktu lalu terkait pengiriman forward pesan.
Fitur forward pesan di Whatsapp dibatasi menjadi hanya bisa mengirim ke lima kontak saja dan kebijakan ini berlaku di seluruh dunia.
Lalu, apakah yang menyebabkan Whatsapp membuat kebijakan seperti itu?
• Chatt WhatsApp Makin Tak Nyaman, Forward Pesan Kini Dibatasi 5 Kali Sehari, Ini Alasan di Baliknya
Melansir dari laman The Guardian, kebijakan pembatasan forward pesan tersebut ternyata pertama kali diterapkan di India usai terjadi sebuah peristiwa yang menggemparkan.
Pada tahun 2018 lalu India dikejutkan dengan pesan beruntun di Whatsapp yang ternyata adalah hoax.
Pesan tersebut menyebarkan tentang maraknya penculikan anak di India.
Dalam jangka waktu 2 bulan, puluhan orang dihakimi massa karena dituding penculik dalam pesan yang beredar di WhatsApp, sebagian sampai meninggal dunia dengan posisi tak bersalah.
• Takut Doi Diam-diam Selingkuh, Begini Cara Menyadap WhatsApp Biar Tahu Aktivitas Chat Miliknya
Misalnya seorang pria bernama Mohammad Azam pada bulan Juli 2018 tewas dihakimi sekitar 2.000 orang di wilayah Karnakata karena rumornya dia mengincar anak-anak.
Tak hanya itu, tiga polisi terluka saat berupaya menyelamatkan korban.
Peristiwa tewasnya Mohammad Azam bermula dari Azam dan kedua temannya sedang pulang dari luar kota.
Karena itu, mereka menawarkan coklat untuk anak-anak lokal dan perbuatan itulah yang memicu kecurigaan warga setempat kepada mereka.
Sejak peristiwa tersebut, pemerintah India pun mendesak agar Whatsapp sebagai platform sosial media yang digunakan banyak orang membuat kebijakan.
Karena menurut pemerintah, apabila Whatsapp tidak bisa bertindak, aplikasi tersebut akan terus menjadi kaki tangan penyebar hoaks.
"Sirkulasi pesan tidak bertanggung jawab yang merajalela dalam jumlah yang besar pada WhastApp belum ditangani secara memadai oleh mereka," ujar Kementerian Teknologi Informasi India waktu itu.
"Jika WhatsApp hanya menjadi penonton, mereka dapat diperlakukan sebagai kaki tangan dan menghadapi tindakan hukum yang konsekuen," tambahnya, dikutip dari The Guardian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/whatsapp-ilustrasi.jpg)