Awas! Jet Lag Bisa Meningkatkan Resiko Kanker, Begini Cara Mengatasinya
Sebuah penelitian baru telah menemukan temuan yang mengatakan bahwa perjalanan yang sering menyebabkan jet lag dapat meningkatkan risiko kanker.
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Melia Istighfaroh
TRIBUNSTYLE.COM - Jika kamu adalah frequent flier, maka bisa jadi kamu menjadi korban jet lag.
Nah, ada sedikit orang yang jet lag parah, tapi pada saat bersamaan, ada juga yang beruntung yang tidak terpengaruh.
Jet lag sangat umum di antara mereka yang bepergian ke luar negeri dan jarak jauh ke zona waktu yang berbeda.
Bila jam internal tubuh terganggu karena perubahan zona waktu, ini bisa menyebabkan jet lag.
• Anda Penderita Kanker? Makanlah Makanan Ini yang Bisa Bantu Melawan Sel Agar Tak Berkembang
Di tengah semua ini, sebuah penelitian baru telah menemukan temuan yang mengatakan bahwa perjalanan yang sering menyebabkan jet lag dapat meningkatkan risiko kanker.
Melansir boldsky.com, menurut penelitian, hal ini terjadi karena, jet lag cenderung mengganggu jam tubuh yang dikendalikan oleh mekanisme yang sama, yang menyebabkan tumor.
Para periset menunjukkan bahwa jam tubuh internal memiliki pengaruh besar pada multiplikasi sel dan ini berpotensi untuk mencegah kanker.
Jam internal disinkronkan dengan isyarat cahaya dan gelap eksternal, dan mendorong perilaku dan aktivitas orang.
Jadi, saat jam internal ini terganggu, maka bisa memicu risiko kanker.
Untuk penelitian ini, para peneliti telah menganalisis protein yang dikenal sebagai RAS, yang secara acak diaktifkan pada sekitar seperempat sel kanker, pada tikus.
RAS yang mengendalikan multiplikasi sel dalam tubuh juga mempengaruhi jam tubuh internal seseorang atau ritme sirkadian.
Selain risiko kanker, perubahan jam biologis juga telah diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes juga.
Penelitian tersebut baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology.
Sementara itu, beberapa cara di mana bisa menyingkirkan jet lag dengan cepat.
