Ikuti Ultra Maraton, Perempuan Ini Berlari 111 Kilometer, Kakinya Melepuh Setelah Dua Hari
Meski demilikian, hanya karena melupakan hal sepele, pelari maraton asal Inggris ini harus menderita luka melepuh.
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Setelah tidur selama beberapa jam, ibu dua anak ini akhirnya memutuskan untuk pergi ke klinik.
Di sana luka tersebut di perban dan Nisbet diminta untuk kembali keesokan hari.
Alih-alih membaik, lukannya semakin memarah.
Pada hari ketiga, Nisbet mengatakan bahwa rasa sakitnya adalah sebuah penderitaan saat mereka menghabiskan cairan tersebut.
Setelah nanahnya habis akhirnya kaki perempuan 34 tahun tersebut kembali dibalut dengan perban.
"Luka bakar yang serius sangat umum terjadi pada pelari maraton," kata Dr. Whitney Bowe, ahli dermatologi kepada BuzzFeed.
"Orang sering menganggap tabir surya sudah cukup, tapi kebanyakan orang menggunakan terlalu sedikit tabir surya."
Menurut Bowe, "bahkan jika botolmu menunjukkan SPF 30, ada kemungkinan hanya mendapatkan SPF 10 atau 15 sesuai jumlah yang biasanya diterapkan orang.
Selain itu, orang tidak cukup mengulanginya.
Jika kulitmu kering, kamu bisa melakukannya setiap dua jam, tapi atlet biasanya berkeringat. "
"Bagi pelari maraton, atau atlet yang berencana menghabiskan berjam-jam di bawah terik matahari, saya menyarankan untuk memakai pakaian pelindung matahari dan mengoleskan tabir surya spektrum luas tahan air setidaknya setiap jam.
Pelari maraton juga harus mempertimbangkan suplemen seperti Heliocare (sebuah Kapsul yang mengandung antioksidan yang bisa memberi perlindungan ekstra sinar matahari). "
Well, meski terdengar sepele, ternyata menggunakan sunscreen atau tabir surya sangat diperlukan untuk kulit kita. (Tribunstyle.com/Tiroessita Intan Pertiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/julie-nisbet-yang-kakinya-melepuh_20170701_120908.jpg)