Ikuti Ultra Maraton, Perempuan Ini Berlari 111 Kilometer, Kakinya Melepuh Setelah Dua Hari
Meski demilikian, hanya karena melupakan hal sepele, pelari maraton asal Inggris ini harus menderita luka melepuh.
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Bagi seorang pelari profesional, melewati jarak ratusan kilometer sudah menjadi hal biasa.
Meski demilikian, hanya karena melupakan hal sepele, pelari maraton asal Inggris ini harus menderita luka melepuh.
Ia harus mendapati luka bakar tingkat dua saat sedang berkompetisi.
Hal ini berawal saat Julie Nisbet, 34, mengikuti lomba lari 'The Wall'.
The Wall adalah lomba lari amraton sejauh 69 mil atau sekitar 111 km.
Seorang pelari diharuskan berlari sepanjang Tembok Hadrian di antara Carlisle dan Newcastle.
Lomba itu dilaluinya selama 21 jam non stop.
Ia memulai perlombaan pada pukul 7 pagi tanpa tabir surya.
Namun setelah mencapai pemberhentian pertama, sekitar pukul 10 pagi, ia menggunakan sunscreen SPF 30 ke seluruh tubuh dan kakinya.
Ia mengatakan pada BuzzFeed "Itu jam 10 pagi, dan matahari tidak terlalu tinggi, jadi aku berfikir menggunakannya saat itu bukanlah suatu masalah."
Kemudian, saat ia mencapai pemberhentian berikutnya di 27 mil, Ia merasa kakinya terbakar.
Namun ia kemudian hanya menambahkan tabir surya dan meneruskan perlombaan.
Lukanya semakin memarah setelah ia berhasil menyelesaikan tantangan tersebut selama 21 jam.
Kombinasi antara keringat, air untuk mendinginkan dan suhu 30 derajat celcius membuat kakinya menderita luka "menghebohkan" tersebut.
Nisbet mengaku kalau efek terbakar semakin parah dan kemudian membengkak dan bernanah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/julie-nisbet-yang-kakinya-melepuh_20170701_120908.jpg)