Pembalut Limbah Daun Pisang - Banyak Penghargaan, Ini Alasan Pembuatan Saathi!
Di India, banyak wanita yang membiarkan darahnya mengalir dan hanya menggunakan kain biasa untuk menghindari rembesan darah.
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Diah Ana Pratiwi
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Guys, meskipun sekarang masuk ke dalam era milineral, ternyata masih banyak wanita yang menghadapi menstruasi tanpa menggunakan pembalut.
Di India, banyak wanita yang membiarkan darahnya mengalir dan hanya menggunakan kain biasa untuk menghindari rembesan darah.
Seorang lulusan MIT Amrita Saigal bersama dengan temannya Kristin Kagesu, hadir dengan limbah serat pohon pisang yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan pembalut.
Dalam misinya, mereka berdua tidak hanya memfasilitasi langkah-langkah higienis perempuan pedesaan, tetapi juga menawarkan bantuan besar kepada mereka yang tidak dapat menjangkau produk "elit"

indiatimes.com
Produk yang telah dimulai sejak tahun 2012 ini telah mengalami banyak kegagalan, namun "Saathi" hingga sekarang terus menyempurnakan diri untuk menjadi sempurna.
Produk ini dinilai akan membuat revolusi pasar India karena sebanyak 70% wanita India tidak dapat membeli pembalut.
Sebuah studi juga menunjukkan kalau lebih dari 88% wanita lebih memilih untuk menggunakan bahan alternatif yang tidak higienis.
Amrita juga telah mendapatkan gelar MBA dari Harvard dan memenangkan "Saathi" di beberapa kompetisi.

indiatimes.com
Saathi pernah memenangkan penghargaan dari Harfard University pada tahun 2014.
Selain itu Saathi juga memenangkan the MIT DLab Scale-Ups Fellows pada tahun 2015 dan the 3M-CII Young Innovators Challenge Social Track winner.
Pad ini 100% ramah lingkungan dan memberikan peluang ekonomi bagi perempuan serta petani pisang yang berbasis di Ahmedabad.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/amrita-saigal-kristin-kagesu_20160920_214746.jpg)