Terungkap 27 Korban Pelecehan Mahasiswa FH UI, 20 Mahasiswi dan 7 Dosen Jadi Sasaran
16 mahasiswa FH UI diduga terlibat pelecehan seksual verbal massal, kasus ini viral dan picu desakan sanksi tegas dari pihak kampus.
Penulis: Tim Konten Style
Editor: Tim TribunStyle
TRIBUNSTYLE.COM -- Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Terbaru, sebanyak 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) diduga terlibat dalam aksi pelecehan verbal yang dilakukan secara bersama-sama.
Perilaku tersebut dilakukan melalui percakapan daring di sejumlah aplikasi pesan. Isi percakapan yang beredar menunjukkan adanya ujaran bernuansa seksual yang merendahkan korban, sehingga memicu kemarahan publik setelah tersebar luas di media sosial.
Berdasarkan penelusuran, tangkapan layar percakapan itu pertama kali ramai dibagikan di platform X oleh akun @sampahfhui pada Minggu (12/4/2026). Hingga kini, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 44 juta kali dan terus menjadi perbincangan hangat.
Kuasa hukum korban, Timotius B. E Rajagukguk, mengungkap jumlah korban dalam kasus ini mencapai 27 orang. Rinciannya, 20 korban berasal dari kalangan mahasiswa, sementara 7 lainnya merupakan dosen di lingkungan kampus tersebut.
Timotius juga menyebut bahwa jumlah korban berpotensi bertambah seiring proses pendalaman kasus yang masih berlangsung. Ia mengaku mulai menangani perkara ini sejak periode Lebaran 2026, ketika sejumlah korban mulai berani melapor karena tidak lagi sanggup menahan tekanan.
"Saya sendiri baru memegang kasus ini dari mulai lebaran tahun ini, di mana beberapa korban yang sudah tidak kuat akhirnya mencoba untuk mencari bantuan,” kata Timotius.
Para korban pun mendesak pihak kampus dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) untuk bertindak tegas. Mereka berharap agar ke-16 pelaku diberikan sanksi berat, termasuk kemungkinan dikeluarkan dari Universitas Indonesia.
Di sisi lain, beredar informasi bahwa para pelaku merupakan mahasiswa FH UI angkatan 2023 dan sebagian di antaranya memiliki peran penting dalam organisasi kampus. Mereka disebut aktif sebagai pengurus dalam Badan Perwakilan Mahasiswa FH UI.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, membenarkan bahwa para pelaku telah diberhentikan dari organisasi maupun kepanitiaan yang mereka ikuti.
"Sejauh ini para pelaku ini sudah diberhentikan dari setiap organisasi maupun kepanitiaan yang mereka ikuti," ujarnya.
Baca juga: Reaksi Ortu Pelaku Pelecehan FH UI Tuai Sorotan, Minta Sanksi Diringankan oleh Kampus
Dimas juga menjelaskan kronologi awal terungkapnya kasus ini. Ia menyebut suasana di grup angkatan sempat menjadi gaduh pada Sabtu (11/4/2026) menjelang dini hari, ketika para pelaku secara tiba-tiba menyampaikan permintaan maaf tanpa penjelasan.
Beberapa jam setelahnya, barulah tangkapan layar percakapan yang berisi dugaan pelecehan tersebut tersebar luas.
"Untuk permohonan maaf itu disampaikan oleh 16 pelaku."
"Dan untuk statusnya, mereka semua mengakui perbuatan mereka," tegasnya.
Sementara itu, Dekan FH UI, Parulian Paidi Aritonang, menyatakan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran kode etik yang juga berpotensi mengandung unsur pidana.
Ia menegaskan bahwa fakultas mengecam keras segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan nilai hukum serta etika akademik.
Sumber: Tribun Bogor
| Sosok SK Trimurti, Wanita Kelahiran Sawahan, Boyolali Jateng, Pencetus Cuti Haid dan Cuti Melahirkan |
|
|---|
| Menempa di Bara Panas, Museum Keris Nusantara Solo Tunjukkan Proses Lahirnya Keindahan Sebilah Keris |
|
|---|
| Menyisir Sisi Romantis Kota Solo: 5 Spot Dinner Eksklusif untuk Malam Minggu Tak Terlupakan! |
|
|---|
| Ayah Nizam Jadi Tersangka Penelantaran Anak, Tak Terima dan Laporkan Balik Mantan Istri |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Tinjau Siswa Purwakarta yang Ledek Guru, Kini Dibina dan Akan Masuk Barak Militer |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Korban-chat-mesum-FH-UI-jatuh-pingsan-karena-emosi-kepada-pelaku.jpg)