Breaking News:

Selebrita

Rupiah Melemah, Chef Arnold Minta Maaf Naikkan Harga Daging di Restonya: Bukan Mau Morotin Customer

Chef Arnold menaikkan harga daging di restorannya imbas rupiah melemah. Ia pun meminta maaf dan beri penjelasan rinci.

Tayang:
Instagram @arnoldpo
Chef Arnold umumkan harga daging di restorannya naik imbas rupiah melemah. Ia sampai minta maaf buntut kenaikan harga tersebut. 

Curahan hati Chef Arnold muncul di tengah kondisi rupiah yang sedang mengalami tekanan besar terhadap dolar AS. 

Dalam beberapa hari terakhir, kurs rupiah sempat menyentuh level Rp17.500 hingga Rp17.600 per dolar AS, salah satu posisi terlemah sepanjang sejarah. 

Sejumlah laporan ekonomi menyebut pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik internasional, penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus modal asing keluar dari pasar domestik.

Bahkan pada perdagangan 18 Mei 2026, rupiah dilaporkan kembali terkoreksi hingga berada di kisaran Rp17.659 per dolar AS.

Baca juga: Ekonom Ungkap 2 Skenario Terburuk Jika Rupiah Terus Melemah, Perajin Tahu Tempe Sudah Rasakan Dampak

Chef Arnold Poernomo naikkan harga daging di restonya imbas rupiah melemah.
Chef Arnold Poernomo naikkan harga daging di restonya imbas rupiah melemah. (YouTube Boy William)

Mengapa Harga Daging Ikut Naik? 

Kenaikan dolar AS berdampak besar terhadap industri makanan dan restoran karena banyak bahan baku masih bergantung pada impor, terutama daging sapi premium yang umum digunakan restoran. 

Saat dolar naik, biaya impor otomatis ikut meningkat karena pelaku usaha harus membayar lebih mahal dalam rupiah untuk membeli produk dari luar negeri.

Kondisi itu kemudian memaksa banyak pengusaha menaikkan harga jual agar operasional tetap berjalan. Fenomena ini tidak hanya dirasakan restoran milik Chef Arnold. 

Pedagang daging di sejumlah pasar juga mulai mengeluhkan lonjakan harga akibat biaya impor yang meningkat.

Di Pasar Senen, Jakarta, misalnya, harga daging sapi segar dilaporkan ikut terdorong naik karena pasokan masih bergantung pada impor sapi potong.

Dampak Pelemahan Rupiah Mulai Terasa ke Masyarakat Ekonom menyebut pelemahan rupiah dapat memicu fenomena imported inflation atau inflasi dari barang impor. 

Artinya, berbagai produk yang memiliki komponen impor berpotensi mengalami kenaikan harga, mulai dari pangan, elektronik, hingga kebutuhan industri.  Ketua DPR RI Puan Maharani juga sempat menyoroti kondisi tersebut. 

Ia mengatakan kenaikan dolar AS dapat membebani masyarakat dan pelaku usaha, terutama UMKM yang sensitif terhadap biaya operasional.

Selain daging impor, pelemahan rupiah juga mulai berdampak terhadap harga tahu, kedelai, hingga berbagai bahan pangan lain yang terkait rantai pasok internasional. 

Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.600, Presiden Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Saja!

Chef Arnold Jadi Sorotan di Media Sosial 

Unggahan Chef Arnold sendiri langsung ramai diperbincangkan warganet. 

Sebagian netizen memahami kondisi yang dialami pelaku usaha restoran, namun tidak sedikit pula yang mengkritik kebijakan kenaikan harga tersebut. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Tags:
Arnold Poernomorupiah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved