Breaking News:

Viral Percakapan Ortu Mahasiswa Imbas Heboh Skandal Chat Pelecehan FH UI: Andai Penyebar Lebih Bijak

Di tengah sorotan tajam ke kasus chat mesum 16 mahasiswa FH UI, orangtua mahasiswa disebut tak terima, salahkan penyebar chat.

X/sampahfhui
Di tengah sorotan tajam ke kasus chat mesum 16 mahasiswa FH UI, orangtua mahasiswa disebut tak terima, salahkan penyebar chat. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus dugaan pelecehan seksual verbal oleh 16 mahasiswa FH UI viral setelah isi pesan grup mereka yang melecehkan mahasiswi dan dosen bocor ke publik.
  • Belasan pelaku telah menjalani sidang maraton di kampus yang diwarnai permohonan maaf langsung serta kesaksian emosional dari para korban.
  • Di tengah sorotan tajam, muncul kontroversi baru berupa tangkapan layar percakapan grup orang tua mahasiswa yang justru menyalahkan penyebar chat.

 

TRIBUNSTYLE.COM - Sebuah tangkapan layar percakapan yang diduga berasal dari orang tua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) mendadak viral.

Hal ini memicu gelombang diskusi panas terkait kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus.

Bukannya berdiri di pihak korban, sosok yang diduga orang tua mahasiswa FH UI tersebut justru melayangkan kritik tajam kepada pihak yang pertama kali membongkar skandal ini ke publik.

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa FH UI saat ini sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

Belasan mahasiswa tersebut diduga melakukan pelecehan verbal terhadap banyak mahasiswi hingga dosen melalui sebuah grup chat.

Baca juga: Kasus Pelecehan FH UI Memanas, Korban Histeris hingga Pingsan di Depan Publik

Kronologi Terungkapnya Skandal Pelecehan di FH UI, Grup Chat Eksis Sejak 2024 dan Pelaku Sebut Punya Dukungan.
Heboh Skandal Pelecehan di FH UI, Grup Chat Eksis Sejak 2024 dan Pelaku Sebut Punya Dukungan. (Instagram/Tangkapan layar Instagram @depok24jam)

Dalam grup tersebut, mereka kedapatan membahas hal-hal tidak senonoh yang mengarah pada tindakan pelecehan seksual.

Percakapan yang awalnya bersifat tertutup ini akhirnya mencuat ke publik setelah sebuah akun mengungkap bukti-bukti tersebut ke jagat maya.

Puncaknya, pada Sabtu (11/4/2026), para terduga pelaku secara serentak melayangkan permohonan maaf di grup tersebut tanpa memberikan penjelasan atau konteks yang transparan.

"Pelaku menyampaikan pesan-pesan lelucon dan juga, mohon maaf, dan juga perendahan terhadap harkat martabat teman-teman di FH. Kebanyakan bentuknya adalah pesan yang merendahkan, dengan nuansa seksual," ungkap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo.

Setelah gelombang protes yang tak terbendung di jagat maya, sebanyak 14 terduga pelaku akhirnya menjalani sidang pada Rabu (13/4/2026) hingga Kamis (14/4/2026) dini hari.

Sidang maraton ini berlangsung tegang dengan dihadiri langsung oleh jajaran dosen serta ratusan mahasiswa yang menuntut keadilan.

Melalui siaran langsung di media sosial yang dipantau ribuan pasang mata, suasana haru sekaligus geram menyelimuti ruangan saat para mahasiswi yang menjadi korban mulai angkat bicara. 

Sementara itu, beberapa terduga pelaku tampak tertunduk saat menyampaikan permohonan maaf langsung kepada korban, ada juga yang lebih memilih bungkam seribu bahasa.

Orangtua mahasiswa tak terima

Di tengah panasnya kontroversi pelecehan seksual yang mengguncang FH UI, perhatian publik kini teralihkan pada sebuah tangkapan layar percakapan dari grup WhatsApp bernama "Parents Fakultas Hukum UI".

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/3
Tags:
FH UIUniversitas Indonesia
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved