Breaking News:

Selebrita

Pasca Cibiran Kematian Timothy, Unud Libatkan Satgas Kekerasan untuk Selidiki Dugaan Perundungan

Satgas PPK Unud turun tangan usai beredarnya percakapan sarkastik mahasiswa terkait kematian Timothy.

Tribun-Medan.com
Satgas PPK Unud turun tangan usai beredarnya percakapan sarkastik mahasiswa terkait kematian Timothy. 

Satgas PPK Unud turun tangan usai beredarnya percakapan sarkastik mahasiswa terkait kematian Timothy.

TRIBUNSTYLE.COM - Tragedi meninggalnya Timothy Anugerah Saputra (TAS), mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud), masih menyisakan luka mendalam bagi banyak pihak.

Timothy diketahui meninggal dunia setelah melompat dari lantai empat gedung FISIP beberapa waktu lalu.

Namun di tengah suasana duka itu, beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp (WA) yang memperlihatkan enam mahasiswa Unud mencibir peristiwa tragis tersebut.

Komentar mereka yang dinilai tidak berempati sontak menuai kecaman luas, baik dari masyarakat umum maupun kalangan kampus sendiri.

Dalam percakapan yang tersebar, keenam mahasiswa itu bahkan sempat menyamakan foto saat TAS jatuh dengan selebgram Kekeyi, disertai kalimat bernada sindiran yang dianggap sangat tidak pantas.

Keenam mahasiswa tersebut ialah

  • Leonardo Jonathan Handika Putra (Wakil Ketua BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud angkatan 2022),
  • Maria Victoria Viyata Mayos (mahasiswa FISIP 2023 sekaligus Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra),
  • Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama (Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis, dan Pendidikan Himapol FISIP Unud),
  • Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana (Wakil Kepala Departemen Minat dan Bakat Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra),
  • Vito Simanungkalit (Wakil Kepala Departemen Eksternal Himapol FISIP Unud Kabinet Cakra)
  •  serta Putu Ryan Abel Perdana Tirta (Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP Unud angkatan 2023).

Setelah kontroversi itu mencuat, keenam mahasiswa tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di media sosial. Namun permintaan maaf itu justru menimbulkan reaksi beragam.

Banyak warganet menilai sanksi yang diberikan pihak kampus masih terlalu ringan dibanding dampak moral yang ditimbulkan.

Satgas PPK Unud turun tangan usai beredarnya percakapan sarkastik mahasiswa terkait kematian Timothy.
Satgas PPK Unud turun tangan usai beredarnya percakapan sarkastik mahasiswa terkait kematian Timothy. (Tribun-Medan.com)

Respons dan Sanksi dari Kampus

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dr. Dewi Pascarani, menegaskan bahwa percakapan nir-empati itu memang terjadi setelah almarhum meninggal dunia.

Dengan demikian, ujar Dewi, komentar tersebut tidak berkaitan langsung dengan penyebab Timothy melompat dari lantai empat gedung FISIP.

“Dengan demikian, ucapan nir-empati yang beredar di media sosial tidak berkaitan atau menjadi penyebab almarhum menjatuhkan diri dari lantai atas gedung FISIP,” jelas Dewi, Jumat (17/10).

Dewi menambahkan bahwa hasil rapat koordinasi antara FISIP, DPM, dan perwakilan mahasiswa akan diteruskan ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unud untuk penyelidikan lanjutan. Proses penanganan ini akan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.

“Adalah tugas dan wewenang dari Satgas PPK-Unud, dan mekanisme-nya dilakukan secara tertutup pada pihak-pihak terkait,” tambahnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Tags:
Timothy AnugrahFISIP UNUDmahasiswa
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved